Hoaks Lowongan Kerja BSI 2026 di TikTok
- 31 Mei 2026 10:51 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Jagat maya kembali dihebohkan oleh modus penipuan berkedok rekrutmen kerja setelah akun TikTok bernama “LOWONGAN KERJA BSI 2026” kedapatan menyebarkan pamflet lowongan palsu. Akun tersebut memikat pengguna media sosial dengan membuka posisi mentereng seperti Teller hingga Marketing Staff yang diklaim bisa dilamar hanya modal ijazah SMA.
Melansir laman TurnBackHoax, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo melakukan penelusuran pada tautan pendaftaran yang tercantum pada bio akun tersebut ternyata mengarah ke halaman yang sangat mencurigakan. Di dalam situs tidak resmi itu, pengunjung diminta untuk mengisi formulir digital yang mengumpulkan data pribadi sensitif seperti nama, alamat, hingga nomor Telegram.
| Baca juga: Penipuan Lowongan Kerja Alfamidi di TikTok |
Guna memverifikasi kebenaran informasi tersebut, tim pemeriksa fakta melakukan penelusuran lebih lanjut menggunakan mesin pencari Google. Berdasarkan laporan resmi dari Detik.com pada April 2026, rekrutmen resmi BSI sebenarnya dilakukan melalui program pemagangan terstruktur yang disebut BiBiT BSI.
Terdapat perbedaan kualifikasi yang sangat signifikan antara informasi di akun TikTok tersebut dengan syarat asli dari pihak bank. Program resmi BSI menetapkan batasan nilai minimal bagi lulusan SMA/SMK serta standar IPK tertentu untuk lulusan diploma dan sarjana.
Masyarakat yang ingin melamar pekerjaan di bank syariah terbesar di Indonesia ini diimbau untuk selalu merujuk pada saluran komunikasi resmi perusahaan. Penelusuran pada situs resmi bankbsi.co.id menunjukkan bahwa seluruh informasi lowongan kerja hanya dapat diakses melalui menu "Karier".
Melalui menu tersebut, calon pelamar nantinya akan diarahkan secara otomatis ke laman rekrutmen resmi yang valid yaitu jobs.talentics.id. Proses pengisian data dan pemilihan posisi lowongan kerja hanya dilakukan secara aman pada platform penyedia rekrutmen tersebut.
Melihat fakta yang ada, unggahan ini fiks merupakan konten tiruan yang mencatut nama besar Bank Syariah Indonesia demi memancing korban. Alih-alih mendapatkan pekerjaan impian, para pencari kerja yang kurang jeli justru berisiko terjebak dalam skema pencurian data pribadi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....