Memperkuat UMKM Hadapi Tantangan Ekonomi

  • 21 Jun 2026 05:55 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting sebagai penggerak perekonomian dan penyerap tenaga kerja. Di tengah berbagai tantangan ekonomi seperti kenaikan harga bahan baku, perubahan daya beli masyarakat, persaingan usaha yang semakin ketat, serta perkembangan teknologi yang cepat, UMKM perlu meningkatkan daya saing dan ketahanan usaha.

“ UMKM di Kota Surakarta saat ini menunjukkan tren positif , karena UMKM tidak hanya bertambah dari sisi jumlahnya saja, tetapi juga semakin berkembang dalam aspek legalitas usaha, sertifikasi halal, pemasaran digital, dan akses pembiayaan, " ujar Agung Riyadi, S.Sos., S.H., M.M ( Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Surakarta ) di Bincang Pagi RRI Surakarta.

Pemerintah Kota Surakarta mengalui berbagai program pendampingan yang dilaksanakan dan pelatihan Tujuannya mendorong pelaku usaha agar naik kelas sehingga pelaku usaha yang di level menengah tersebut tidak turun, akan tetapi tetap bisa naik kelas dan juga memiliki daya saing yang lebih dan kuat.

Sehingga dalam menghadapi tantangan diperlukan peningkatan kapasitas di mana kegiatan tadi juga salah satunya adalah untuk peningkatan kapasitas SDM UMKM, digitalisasi produk, inovasi produk, dan serta peluasan pasar agar UMKM dapat tumbuh lebih berkelanjutan.

Jadi untuk UMKM di Surakarta pada saat ini dalam posisi yang terus berkembang di mana dengan pendampingan-pendampingan yang di laksanakan. Harapannya komitmen dan konsistensi untuk berusaha bersama-sama itu dapat menjadi tolok ukur untuk bisa naik kelas dan bisa berkembang. Di Kota Surakarta berdasarkan data terakhir di database kurang lebihnya 18.600

Sementara dari sisi pelaku usaha, menghadapi tantangan ekonomi dalam pengembangan UMKM ini memerlukan kemampuan untuk beradaptasi dan mengelola usaha secara lebih efektif seperti yang dilakukan Indri Yanti ( Owner Rafani Batik Surakarta ). Langkah utama yang perlu dilakukan adalah menjaga kesehatan keuangan usaha dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran secara tertib, mengendalikan biaya operasional, serta mengelola modal dengan bijak.

Selain itu, pelaku UMKM perlu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran, menjangkau pelanggan baru, dan meningkatkan efisiensi bisnis. Inovasi produk dan layanan juga penting agar usaha tetap relevan dengan kebutuhan dan selera konsumen yang terus berubah.

Menurut DR. Agus Utomo ( Pengamat Ekonomi, Dosen Universitas Dharma AUB Surakarta ), UMKM merupakan tulang punggung perekonomian karena berkontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi. Namun, UMKM saat ini menghadapi berbagai tantangan seperti ketidakpastian ekonomi, kenaikan biaya produksi, persaingan yang semakin ketat, serta perubahan perilaku konsumen.

Untuk memperkuat daya tahan UMKM, pentingnya peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. UMKM juga perlu memperbaiki tata kelola usaha, meningkatkan literasi keuangan, serta memiliki kemampuan membaca peluang pasar agar dapat beradaptasi dengan perubahan kondisi ekonomi

Dari sisi kebijakan, dukungan pemerintah diperlukan melalui kemudahan akses pembiayaan, pelatihan, pendampingan usaha, penguatan ekosistem digital, serta perluasan akses pasar. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, lembaga keuangan, dan pelaku UMKM dinilai menjadi kunci dalam menciptakan usaha yang lebih tangguh dan berkelanjutan. ( Ria )

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....