Waspada Stainless Steel 304 Palsu dengan Harga Murah

  • 22 Apr 2026 12:15 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Maraknya wadah stainless steel dengan harga sangat murah membuat banyak konsumen untuk membelinya tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Padahal, tidak sedikit produk yang ditulis menggunakan bahan SUS 304, tetapi setelah diperiksa ternyata hanya menggunakan SUS 201.

Praktik seperti ini terjadi bukan karena salah label, tetapi memang praktik menipu dan dapat menyesatkan konsumen karena keduanya memiliki kualitas yang berbeda. Mengutip dari unggahan Instagram drg. Puspita Mayangsari, perbedaan mendasar pada stainless steel SUS 201 dan SUS 304 teratak pada kandungan nikelnya. SUS 201 memiliki kandungan nikel yang lebih rendah sehingga lebih rentan terhadap korosi, noda, dan karat ketika digunakan dalam jangka panjang.

Sebaliknya, SUS 304 maupun 316 memiliki kandungan nikel lebih tinggi sehingga lebih tahan karat dan stabil untuk penggunaan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Untuk memastikan jenis stainless steel yang digunakan, konsumen dapat memanfaatkan cairan tes stainless steel yang kini bisa didapat dengan mudah melalui e-commerce.

Cara penggunaannya cukup mudah, yaitu hanya dengan meneteskan cairan pada permukaan stainless steel lalu lihat perubahan warna yang terjadi. Jika cairan berubah menjadi merah berarti kemungkinan menggunakan bahan dari seri 200, seperti SUS 201 atau SUS 202, sedangkan jika berubah menjadi warna hijau menandakan bahwa bahan yang digunakan adalah SUS 304 atau SUS 316.

Meskipun kualitasnya berada di bawah SS 304, SS 201 sebenarnya masih dapat digunakan dalam beberapa kondisi tertentu. Bahan ini masih cukup aman untuk alat dengan kontak singkat, seperti saringan atau wadah penyajian sementara.

Selain itu, SS 201 juga masih dapat digunakan untuk menyimpan bahan kering utuh maupun daging mentah polos di dalam freezer tanpa tambahan bumbu. drg. Puspita Mayangsari menuturkan bahwa dalam penggunaan SS 201 sebaiknya dihindari untuk makanan yang mengandung asam, garam, dan kelembapan tinggi.

Wadah berbahan SS 201 tidak disarankan untuk menyimpan daging marinasi, sambal bercampur jeruk, atau makanan berkuah yang asin dan asam dalam waktu lama. Kombinasi asam, garam, dan kelembapan dapat mempercepat munculnya noda, kusam, bahkan korosi pada permukaan stainless steel

Pada akhirnya, stainless steel SUS 201 memang masih aman untuk digunakan dengan syarat dan batasan tertentu. Namun material ini tidak dapat disamakan dengan SUS 304, terlebih dengan SUS 316 yang memiliki daya tahan lebih baik. Karena itu, konsumen perlu lebih teliti sebelum membeli wadah stainless steel dengan harga yang murah agar tidak tertipu dengan bahan yang tidak sesuai labelnya.

(Yogi Tripriyanto/Penyiar)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....