Hoaks Lowongan Kerja PT Yakult Indonesia Gaji Rp6,9 Juta

  • 31 Mei 2026 10:50 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Para pemburu kerja di media sosial kini harus ekstra waspada terhadap taktik penipuan akun Facebook bernama “Loker.Id.2026” yang mencatut nama besar PT Yakult Indonesia Persada. Akun tersebut melempar umpan manis berupa lowongan bagian gudang dan produksi berfasilitas mes gratis tanpa memandang ijazah maupun pengalaman pelamar.

Melansir laman resmi Turnbackhoax.id, Informasi tersebut menjanjikan upah menggiurkan senilai Rp6,9 juta per bulan ini pun langsung menyedot perhatian netizen secara masif. Dalam waktu singkat, unggahan manipulatif tersebut berhasil memanen ratusan tanda suka serta dibagikan ulang oleh banyak pengguna yang tergiur.

Guna menguji keaslian informasi tersebut, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo langsung menelusuri tautan yang disematkan dalam unggahan. Saat diklik, tautan itu terbukti mengarah ke sebuah halaman mencurigakan berisi formulir digital yang memaksa pengunjung menyetor data pribadi hingga nomor Telegram.

Langkah verifikasi kemudian diperluas dengan menelusuri akun Instagram resmi milik perusahaan untuk menyisir konfirmasi resmi terkait rekrutmen. Pihak Yakult Indonesia ternyata telah lama mengendus modus ini dan berkali-kali mengingatkan masyarakat mengenai maraknya hoaks lowongan kerja palsu yang mengatasnamakan mereka.

Melalui saluran resminya, manajemen menegaskan bahwa seluruh informasi penerimaan karyawan baru hanya disiarkan secara valid lewat situs resmi perusahaan atau akun media sosial yang bercentang biru. Di luar ekosistem digital resmi tersebut, dapat dipastikan bahwa segala bentuk informasi rekrutmen yang beredar adalah ilegal.

Ketika tim membuka kanal karier resmi perusahaan, memang terdapat beberapa posisi lowongan yang sedang dibuka untuk berbagai kantor cabang di Indonesia. Namun berbeda terbalik dengan klaim akun Facebook penyebar hoaks, pihak manajemen sama sekali tidak pernah mencantumkan nominal gaji secara terbuka pada pengumuman rekrutmen mereka.

Melihat seluruh kejanggalan tersebut, pamflet digital ini murni merupakan konten tiruan yang berbahaya jika ditelan mentah-mentah. Alih-alih mendapatkan pekerjaan impian, para pelamar yang teledor mengisi formulir palsu tersebut justru menyerahkan data sensitif mereka ke tangan sindikat penipuan cyber.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....