Jangan Asal Buang, Ini Cara Aman Kelola Limbah Pakaian dalam

  • 21 Apr 2026 13:18 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pakaian dalam bekas sering dianggap sebagai sampah biasa yang bisa langsung untuk dibuang. Padahal, salah satu limbah tekstil ini termasuk jenis sampah yang sulit untuk ditangani karena terkait dengan privasi dan pencemaran lingkungan.

Banyak orang yang masih belum menyadari bahwa celana dalam bekas membutuhkan penanganan khusus sebelum dibuang. Mengutip unggahan Instagram @dewihadiwinoto, sebagian besar pakaian dalam dibuat dari campuran bahan katun, spandeks, dan poliester.

Kombinasi bahan tersebut membuat pakaian dalam sulit terurai secara alami ketika berakhir di tempat pembuangan akhir. Serat sintetis di dalamnya bahkan dapat berubah menjadi mikroplastik yang mencemari tanah dan lingkungan selama bertahun-tahun.

Selain persoalan bahan, limbah pakaian dalam juga memiliki risiko dari sisi kebersihan dan privasi pemiliknya. Pakaian dalam yang dibuang tanpa dicuci berpotensi menjadi sumber kuman dan menimbulkan masalah sanitasi. Di sisi lain, bentuk pakaian dalam yang masih utuh juga membuat banyak orang khawatir akan kemungkinan penyalahgunaan oleh pihak yang bertanggung jawab.

Dwirianti Dewi memberikan tips untuk penanganan limbah celana dalam. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mencuci pakaian dalam bekas hingga benar-benar bersih dan kering. Setelah itu, gunting pakaian menjadi potongan kecil yang tidak lagi berbentuk agar privasi tetap terjaga. Bagian seperti karet pinggang, label, atau aksesori plastik juga sebaiknya dipisahkan untuk mempermudah proses pengolahan limbah.

Setelah dipotong, pakaian dalam bekas sebaiknya tidak langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir. Potongan kain tersebut dapat dikirim ke pengolah limbah tekstil profesional yang mampu memprosesnya menjadi produk baru.

Beberapa lembaga seperti Jagatera Indonesia mampu mengolahnya menjadi barang upcycle atau energi alternatif , Clocycle yang memprosesnya menjadi serat daur ulang, dan EcoTouch yang mengubahnya menjadi panel isolasi panas/peredam. Melalui proses daur ulang, limbah pakaian dalam dapat diubah menjadi energi alternatif, serat daur ulang, hingga material insulasi industri.

Cara ini jauh lebih baik dibandingkan membiarkan limbah menumpuk di TPA dan mencemari lingkungan. Mengelola pakaian dalam bekas dengan benar merupakan langkah kecil yang penting untuk mendukung gaya hidup ramah lingkungan dan ekonomi sirkular.

(Yogi Tripriyanto/Penyiar)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....