Jangan Asal Cuci, Wajib Perhatikan Label Perawatan Pakaian

  • 18 Mei 2026 11:38 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Banyak orang masih sering mengabaikan label perawatan pada pakaian setelah membelinya. Padahal, kesalahan saat mencuci atau mengeringkan bisa membuat pakaian menjadi cepat rusak, melar, hingga warnanya memudar. Karena itu, memahami simbol pada label pakaian menjadi langkah penting agar pakaian tetap awet dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.

Setiap label perawatan memiliki petunjuk khusus, yang sebenarnya dibuat untuk membantu pengguna merawat bahan sesuai karakteristiknya. Mengutip dari unggahan Instagram @lique.id, dalam mencuci pakaian ada beberapa petunjuk. Simbol hand wash berarti pakaian lebih aman dicuci menggunakan tangan agar serat kain tidak mudah rusak. Sementara simbol do not wash bukan berarti pakaian tidak boleh dicuci sama sekali, melainkan harus menggunakan metode dry clean dengan cairan khusus tanpa air seperti pada jas atau pakaian dengan bahan sensitif.

Penggunaan mesin cuci juga perlu disesuaikan dengan petunjuk pada label. Simbol machine wash berarti pakaian aman dicuci menggunakan mesin, sedangkan gentle atau delicate menunjukkan perlunya putaran air yang lebih pelan agar kain tidak cepat rusak. Sementara label machine wash, permanent press biasanya digunakan untuk mencuci pakaian secara pelan untuk membantu mengurangi kerutan sehingga pakaian tetap rapi setelah dicuci.

Selain cara mencuci, metode pengeringan juga sangat berpengaruh terhadap kualitas pakaian. Simbol seperti hang to dry menunjukkan pakaian sebaiknya dikeringkan dengan cara digantung, sedangkan dry in the shade berarti pakaian lebih aman dijemur di tempat teduh agar warna tidak cepat pudar. Ada juga simbol do not wring yang mengingatkan agar pakaian tidak diperas karena dapat merusak bentuk kain dan elastisitasnya.

Cara menyetrika pakaian pun tidak bisa dilakukan sembarangan. Setiap bahan memiliki batas suhu berbeda yang biasanya ditandai melalui simbol temperatur setrika seperti 110°C, 150°C, hingga 200°C. Jika salah menggunakan suhu atau memakai setrika uap pada bahan yang tidak sesuai, pakaian bisa mengilap, mengerut, bahkan terbakar.

Selain itu, temperatur air dan penggunaan pemutih juga wajib diperhatikan agar pakaian tidak cepat rusak. Beberapa bahan hanya aman dicuci dengan air suhu rendah seperti 30°C, sementara bahan tertentu dapat menggunakan suhu lebih tinggi untuk membersihkan noda membandel. Dengan memahami seluruh simbol perawatan pakaian, kalian tidak hanya menjaga kualitas pakaian tetap awet, tetapi juga bisa menghemat pengeluaran karena pakaian tahan lebih lama.

(Yogi Tripriyanto/Penyiar)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....