Anak usia Tujuh Tahun Raih Penghargaan MURI

  • 11 Apr 2026 16:14 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Parama Hansa Abhipraya, seorang bocah berusia 7 tahun dari Bojonegoro, diakui oleh MURI pada April 2026 atas prestasi luar biasa di berbagai disiplin ilmu. Ia dikenal sebagai anak kecil yang menguasai matematika internasional, piano, catur, dan seni wayang, menjadikannya seorang talenta muda yang memberikan inspirasi di banyak bidang.

Menurut informasi dari @Good News From Indonesia, pencapaian ini menarik perhatian karena dicapai melalui dedikasi di empat bidang bersamaan sejak usia dini. Penghargaan itu langsung disampaikan oleh pendiri MURI, Jaya Suprana, bersama Direktur Utama MURI, Aylawati Sarwono.

Pertama, dalam bidang pendidikan, Rama telah merasakan persaingan di tingkat internasional. Ia berhasil meraih gelar World Star Champion dalam ajang Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) 2025.

TIMO merupakan lomba matematika internasional yang menilai kemampuan logika, analisis, dan pemecahan masalah anak-anak dari berbagai negara. Dengan demikian, lomba ini tidak hanya menguji kemampuan berhitung semata.

Selanjutnya, dalam bidang seni, Rama memiliki keterampilan bermain piano yang sangat baik. Kapasitasnya membawanya hingga tingkat perlombaan internasional. Salah satu pencapaiannya adalah meraih 2nd Silver Trophy di Piano Golden Lion Singapore 2026.

Beralih ke olahraga, Rama memilih catur sebagai bidangnya. Ini menarik karena catur dikenal sebagai olahraga yang mengandalkan otak. Dengan kata lain, yang ditekankan di sini bukan kekuatan fisik, melainkan strategi, konsentrasi, dan perencanaan. Dalam cabang ini, Rama berhasil meraih Best KU-7 Tournament Catur DKI Jakarta dan Fourth Place di Kuala Lumpur Chess Championship.

Yang paling luar biasa, Rama juga menjelajahi dunia seni budaya. Ia terlibat sebagai dalang wayang dan sedang menulis sebuah buku. Dalam hal ini, Parama Hansa Abhipraya jelas menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang, tidak hanya bagi teman-teman seusianya, tetapi juga untuk publik yang lebih luas.

Tidak ada batasan bagi siapa pun untuk berkarya dan mengejar cita-cita, termasuk Rama. Ayahnya, Dhaniar Aji, sangat menghargai dukungan dari MURI untuk putranya. Ia berharap anak-anak Indonesia yang lain juga termotivasi untuk mengejar impian mereka, mewujudkannya melalui kerja keras, memanfaatkan setiap peluang yang ada, serta tidak takut akan kegagalan.

Pendiri MURI, Jaya Suprana, menyatakan kekagumannya terhadap pencapaian Rama. Ia berpendapat bahwa prestasi yang dicapai Rama merupakan gabungan dari kecerdasan intelektual, seni, dan keterampilan motorik yang jarang ditemukan pada individu seusianya. Rekor ini lebih dari sekadar angka, melainkan simbol potensi luar biasa anak-anak Indonesia jika merekadirawat dengan baik dan dibesarkan secara seimbang serta dalam berbagai disiplin ilmu. (Syurie Ariandani)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....