Dinsos Surakarta: Warga Harus Aktif, Perbarui Data agar Bantuan Tepat Sasaran

  • 07 Okt 2026 04:56 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Dinas Sosial Kota Surakarta meminta masyarakat lebih aktif memperbarui data kesejahteraan keluarga agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran. Kepala Dinas Sosial Kota Surakarta Samsu Tri Wahyudin menegaskan masyarakat tidak bisa lagi hanya menunggu petugas datang untuk melakukan pendataan.

Menurut Samsu, Kementerian Sosial memprioritaskan intervensi bagi rumah tangga yang masuk desil 1 hingga 5. Bantuan yang diberikan antara lain Program Keluarga Harapan, bantuan sembako, serta kepesertaan BPJS Kesehatan melalui penerima bantuan iuran atau PBI.

Selain bantuan sosial, kelompok tersebut juga dapat memperoleh program pemberdayaan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Program itu antara lain berupa pelatihan keterampilan dan bantuan peralatan usaha sesuai kebutuhan penerima.

Samsu menjelaskan, masyarakat yang mampu memperbarui data secara mandiri diharapkan aktif menggunakan layanan yang tersedia. Pengecualian diberikan kepada lansia yang sudah tidak mampu beraktivitas secara mandiri dan penyandang disabilitas yang mengalami keterbatasan mobilitas.

Bagi warga yang tidak memiliki telepon seluler atau akses internet, pemerintah menyiapkan agen Perlinsos Digital dengan tagline "Pahlawan Tetangga" atau Peduli Tetangga. Agen tersebut dapat berasal dari ketua RT, kader PKK dan posyandu, karang taruna, Babinsa, hingga Bhabinkamtibmas.

Sistem pendataan tersebut terhubung dengan sejumlah sumber data, antara lain PLN, Samsat, BPN, perbankan, dan BPJS. Melalui satu NIK, pemerintah dapat memetakan kondisi sebuah keluarga untuk menentukan status kelayakan penerima bantuan.

Samsu juga menjelaskan penempelan stiker pada rumah penerima bantuan merupakan bagian dari transparansi program. Menurutnya, langkah tersebut merupakan amanat peraturan daerah sekaligus memberikan ruang kepada masyarakat untuk ikut menilai kelayakan penerima bantuan.

Samsu menegaskan desil bukanlah cap bahwa seseorang miskin atau kaya, melainkan peringkat kesejahteraan yang digunakan sebagai salah satu dasar penentuan sasaran bantuan. Ia berharap masyarakat semakin aktif memperbarui data dan memberikan informasi yang benar agar bantuan sosial maupun program pemberdayaan dapat diberikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan. (Wiwik/Elok)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....