Kelola Sampah Mulai dari Rumah
- 21 Sep 2026 12:49 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Pengelolaan sampah perlu dimulai dari rumah agar tidak menambah beban lingkungan. Hal itu dibahas dalam Beranda Astacita pada Sabtu, 19 September 2026 bersama pegiat lingkungan Edi Purnomo.
Edi mengatakan setiap aktivitas masyarakat menghasilkan sampah yang perlu dikelola dengan tepat. Menurutnya, sampah sebaiknya tidak langsung dibuang ke tempat pemrosesan akhir.
Ia mendorong masyarakat memilah sampah organik dan anorganik sejak tingkat rumah tangga. Sampah organik dapat dimanfaatkan untuk kompos, budidaya, atau pakan ternak.
Sementara itu, sampah anorganik dapat disalurkan ke bank sampah karena memiliki nilai ekonomi. Pemilahan tersebut diharapkan mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA.
Edi juga mengingatkan masyarakat mengenali sampah berbahaya atau B3. Sampah tersebut perlu dipisahkan agar dapat ditangani dengan lebih hati-hati.
Pengolahan sampah organik juga dapat dilakukan di lingkungan dengan lahan terbatas. Edi menyebut penggunaan pot, biopori, atau ember sebagai pilihan pengomposan rumah tangga.
Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah rumah tangga. Edi mengatakan asap pembakaran dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan dan lingkungan.
Menurut Edi, edukasi masyarakat menjadi tantangan dalam pengelolaan sampah. Ia mendorong pemerintah, masyarakat, perangkat wilayah, dan pegiat lingkungan bekerja bersama.
Bank sampah dapat dikembangkan melalui konsep sedekah sampah atau tabungan sampah. Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat atau menjadi nilai ekonomi bagi warga.
Edi mengatakan keberhasilan pengelolaan sampah dapat dilihat dari berkurangnya sampah yang dibuang. “Sampah itu sejatinya adalah dari kita,” kata Edi.
Ia mengajak masyarakat mengelola sampah secara mandiri minimal dari tingkat rumah tangga. “Ayo kita pilah sampah,” ujar Edi untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat. (CA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....