Aktivitas Merapi Tinggi, Warga Boyolali Diminta Jauhi Kawasan Potensi Bahaya
- 12 Sep 2026 13:55 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali - Aktivitas Gunung Merapi hingga saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa suplai magma ke tubuh gunung masih terus berlangsung dan berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Boyolali, Ari Wahyu Prabowo, mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana agar tidak melakukan aktivitas apa pun di area potensi bahaya, khususnya sektor selatan hingga barat daya.
“Status Gunung Merapi berdasarkan data rilis BPPTKG adalah Level III atau Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas, terutama pada sektor barat daya,” ujar Ari, Jumat 11 September 2026.
Ari menambahkan, hasil pemantauan menunjukkan suplai magma masih terus terjadi sehingga risiko awan panas guguran tetap tinggi. Selain guguran lava dan awan panas, warga juga diminta mewaspadai bahaya lahar hujan ketika terjadi presipitasi di kawasan puncak.
“Secara visual, Gunung Merapi terlihat jelas. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis teramati mencapai ketinggian sekitar 150 meter di atas puncak kawah,” katanya menjelaskan.
Berdasarkan data periodik BPPTKG, tercatat terjadi 16 kali gempa guguran, 14 kali gempa hibrid/fase banyak, serta tiga kali gempa vulkanik dangkal. Guguran lava teramati sebanyak empat kali ke arah barat (Kali Sat/Putih) dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.
BPPTKG memetakan potensi bahaya sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 kilometer), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 kilometer). Sementara pada sektor tenggara mencakup Sungai Woro (maksimal 3 kilometer) dan Sungai Gendol (maksimal 5 kilometer).
Apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak kawah. BPPTKG memastikan akan terus meninjau tingkat aktivitas Gunung Merapi jika terjadi perubahan secara signifikan. Kisno
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....