Norowangsan Dorong Wisata Edukasi Berbasis Alam
- 28 Agt 2026 03:51 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SURAKARTA – Proklim Cerlang Berseri Norowangsan mengembangkan kawasan berbasis lingkungan menjadi destinasi edukasi. Konsep tersebut mengajak masyarakat belajar mengelola lingkungan melalui kegiatan yang dekat dengan alam.
Hal tersebut dibahas dalam Obrolan Komunitas RRI Surakarta, Jumat, 21 Agustus 2026. Program menghadirkan Edi Purnomo, S.Kom. dan Suprayitno, ST. dari Proklim Cerlang Berseri.
Ketua Proklim Cerlang Berseri, Edi Purnomo, S.Kom., mengatakan pengembangan kawasan berawal dari kepedulian warga terhadap lingkungan. Masyarakat kemudian mengembangkan berbagai kegiatan yang dapat menjadi sarana pembelajaran.
Menurut Edi, konsep ecowisata tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memberikan pengalaman belajar tentang lingkungan.
“Kita ingin masyarakat yang datang tidak hanya melihat, tetapi juga belajar dari apa yang ada di lingkungan kita,” kata Edi.
Berbagai potensi lingkungan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan edukasi. Masyarakat dapat mengenal pengelolaan sampah, penghijauan, serta pemanfaatan lahan secara berkelanjutan.
Suprayitno mengatakan pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat. Keterlibatan warga menjadi bagian penting agar program lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kalau masyarakat ikut terlibat, rasa memiliki terhadap lingkungan juga akan semakin kuat,” ujar Suprayitno.
Konsep edukasi lingkungan juga diarahkan kepada anak-anak dan generasi muda. Mereka dapat belajar mengenai pentingnya menjaga alam melalui kegiatan yang lebih praktis.
Menurut Edi, keberadaan kawasan edukasi lingkungan diharapkan memberi manfaat sosial dan ekonomi. Masyarakat dapat mengembangkan potensi lokal tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Pengembangan Norowangsan juga menjadi bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim. Program Kampung Iklim mendorong masyarakat melakukan adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim.
Edi mengatakan keberhasilan program sangat bergantung pada konsistensi masyarakat. Kebiasaan menjaga lingkungan perlu dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya ketika ada program.
“Lingkungan ini milik kita bersama, jadi menjaganya juga harus menjadi tanggung jawab bersama,” ucap Edi. (CA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....