BSI BUMDes Mulur Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Ekonomi Sirkular

  • 28 Jul 2026 14:56 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID- Sukoharjo- Ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan hasil pertanian, tetapi juga pada pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Di Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, masyarakat bersama BSI BUMDes Sugeng Abadi menerapkan konsep ekonomi sirkular untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Ketua BUMDes Sugeng Abadi Desa Mulur, Adi Prihanto menjelasan ekonomi sirkular merupakan sistem yang memanfaatkan kembali sumber daya agar tetap bernilai dan tidak berakhir menjadi limbah. Melalui konsep ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai barang buangan, melainkan diolah menjadi produk yang bermanfaat sehingga menciptakan siklus yang mendukung lingkungan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Penerapan ekonomi sirkular di Desa Mulur diwujudkan dengan mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos yang dimanfaatkan untuk pertanian, pekarangan pangan, dan tanaman hortikultura milik warga. Sementara itu, sampah anorganik dipilah dan didaur ulang sehingga memiliki nilai ekonomi melalui kegiatan bank sampah.

Upaya tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan yang menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan yang cukup, aman, bergizi, beragam, merata, dan terjangkau. Pendekatan berbasis potensi lokal juga menjadi salah satu strategi yang didorong pemerintah dalam mewujudkan sistem pangan yang berkelanjutan.

Adi mengatakan penerapan ekonomi sirkular menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun ketahanan pangan dari tingkat desa. Menurutnya, pengelolaan sampah mampu memberikan manfaat ganda, yakni menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.

"Ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal hasil panen, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu memanfaatkan sumber daya yang ada di desa. Melalui BSI BUMDes Mulur, sampah organik kami olah menjadi pupuk yang kembali dimanfaatkan untuk pertanian dan pekarangan warga. Siklus ini membuat lingkungan lebih bersih, biaya produksi pertanian lebih efisien, dan masyarakat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya," ujar Adi Prihanto.

Selain menghasilkan pupuk organik, kegiatan bank sampah juga memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat dari hasil penjualan sampah yang telah dipilah. Pendapatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, sehingga ekonomi sirkular yang diterapkan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Melalui kolaborasi antara BUMDes dan masyarakat, Desa Mulur menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan. Model ekonomi sirkular yang diterapkan diharapkan dapat menginspirasi desa-desa lain dalam membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal, sekaligus mewujudkan desa yang lebih mandiri, produktif, dan ramah lingkungan. (Wiwik)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....