Rangkaian Peringatan Hari Bumi, Kapolres Sragen Tanam Pohon Langka Padmonobo

  • 01 Jun 2026 16:32 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sragen - Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Sragen melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan dengan menanam pohon langka Padmonobo. Penanaman pohon endemik yang nyaris punah ini digelar di lingkungan Mapolres Sragen pada momentum peringatan Hari Bumi 2026.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari gerakan Sragen Regency Tour/Sragen Adventure bersama Yayasan Pastika Kabupaten Sragen yang sebelumnya digaungkan pada Hari Bumi, 10 Mei 2026 lalu.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menyampaikan, penanaman pohon Padmonobo.atau yang akrab disebut Tlogosari oleh masyarakat setempat bukan sekadar seremonial penghijauan. Langkah ini adalah simbol komitmen Polri dalam menjaga keseimbangan alam serta merawat kearifan lokal Bumi Sukowati.

"Padmonobo bukan sekadar vegetasi langka, tetapi simbol spiritualitas dan identitas budaya masyarakat Sukowati yang harus dijaga bersama. Menjaga alam sejatinya adalah menjaga warisan leluhur dan masa depan generasi berikutnya," ujar AKBP Dewiana dalam keterangan resminya, yang diterima rri.co.id Minggu 31 Mei 2026.

Filosofi dan Karakteristik Pohon Padmonobo

Secara morfologis, pohon Padmonobo memiliki kemiripan dengan pohon Pule atau Walisongo. Namun, tumbuhan ini memiliki keunikan khusus pada pola pertumbuhan daunnya, di mana dalam satu klaster daun hanya tumbuh berjumlah 5, 6, atau 7 helai.

Bagi masyarakat Jawa, jumlah helai daun tersebut mengandung filosofi mendalam. Angka lima dimaknai sebagai Kiblat Papat Limo Pancer (keseimbangan hidup), sedangkan angka tujuh (pitu) melambangkan pitulungan atau pertolongan dari Yang Maha Kuasa.

Sementara itu, nama Tlogosari memiliki arti "bunga di tengah telaga", yang menggambarkan ketenangan jiwa dan kedekatan spiritual kepada Tuhan.

Keberadaan pohon Padmonobo di Kabupaten Sragen saat ini tergolong langka dan hanya ditemukan di beberapa lokasi situs bersejarah, antara lain di Dukuh Glagah, Desa Blangu, Kecamatan Gesi. Di lokasi itu ditemukan di titik tengah Gunung Gendeng yang diyakini sebagai asal mula nama "Padmanaba" (tumbuh dari pusat kehidupan).

Lantas kawasan Makam Butuh, Kecamatan Plupuh. Wilayah petilasan yang erat kaitannya dengan jejak sejarah Joko Tingkir (Sultan Hadiwijaya). Kawasan Mojoroto, Sambirejo yang berada di area Bumi Perkemahan dan Petilasan Ki Ageng Srenggi.

Melalui gerakan konservasi ini, Polres Sragen berharap dapat membangkitkan kesadaran masyarakat luas untuk ikut menjaga vegetasi asli daerah dari ancaman kepunahan akibat alih fungsi lahan. Penanaman di area Mapolres juga menjadi simbol bahwa institusi kepolisian turut andil dalam menjaga kelestarian lingkungan, budaya, dan nilai sejarah daerah. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....