Warga Solo Serbu Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Banjarsari, imbas Dollar Naik?
- 18 Jun 2026 10:55 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Perdagangan (Disdag) Pemerintah Kota Surakarta di Kelurahan Banjarsari, Solo, disambut antusias oleh warga masyarakat setempat.
Bahkan, sejumlah komoditas kebutuhan pokok seperti beras, gula, telur, dan minyak goreng habis terjual hanya dalam waktu kurang dari satu jam sejak kegiatan dibuka.
Kepala Bidang Pelayanan dan Pengembangan Dinas Perdagangan Kota Solo, Arik Rahmadhani, kepada rri.co.id, Surakarta, Rabu 17 Juni 2026, mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah. Sekaligus, menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kota Solo terhadap penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Menurut Arik, GPM kali ini melibatkan sejumlah pemasok, di antaranya Bulog Surakarta, PPI, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), dan distributor telur (Pinsar) Solo Raya, dengan harga jual di bawah harga pasar.
Beberapa komoditas yang paling diminati masyarakat adalah beras SPHP sebanyak lebih dari 1 ton, puluhan liter minyak goreng, serta 30 kg telur ayam yang semuanya habis terjual.
"Dalam kegiatan tersebut, minyak goreng dijual mulai Rp15.500 hingga Rp16.500 per liter, beras SPHP Rp53.000 per kemasan, tepung terigu Rp9.000 per kilogram, serta telur ayam Rp23.500 hingga Rp25.500 per kilogram," katanya.
Arik, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa program pasar murah biasanya digelar menjelang hari besar keagamaan. Namun, khusus bulan Juni ini, kegiatan dilaksanakan untuk mendukung ketersediaan bahan pangan di wilayah Banjarsari.
Sementara itu, salah seorang warga Banjarsari, Soamah, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah karena harga kebutuhan pokok yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan dengan harga di warung maupun pasar tradisional.
Menurutnya, selisih harga minyak goreng dan beras mencapai sekitar seribu rupiah per kilogram maupun per liter, sehingga cukup meringankan pengeluaran rumah tangga.
"Pasar murah ini ya lumayan banget membantu. Dari segi harga lebih murah dari harga pasar dan warung. Seperti minyak goreng di sini Rp16.500, di warung Rp17.000, jadi terpaut hampir Rp1.000," katanya.
Perlu diketahui, Dinas Perdagangan juga berencana kembali menggelar GPM pada Agustus 2026 mendatang di 15 kelurahan yang tersebar di lima kecamatan di Kota Solo. (SF)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....