Serapan Gabah Tertinggi di Solo Raya Tembus 111%, Sragen Sebagai Lumbung Pangan
- 01 Jul 2026 07:33 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Kabupaten Sragen sukses mengukuhkan posisinya sebagai lumbung pangan utama di Solo Raya. Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta mencatat, realisasi penyerapan gabah dan beras di Kabupaten Sragen menjadi yang tertinggi di eks-Karesidenan Surakarta, bahkan telah melampaui target tahunan yang ditetapkan untuk tahun 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Cabang Perum Bulog Surakarta, Nanang Hariyanto saat meninjau Kompleks Pergudangan Duyungan, Sragen, pada Senin 29 Juni 2029.
"Untuk Sragen, itu penyumbang paling besar dari target kami. Dari target sebesar 38.500 ton untuk tahun 2026, secara persentase realisasinya sudah mencapai 111 persen," ujar Nanang.
Nanang menjelaskan bahwa tingginya angka penyerapan ini selaras dengan data proyeksi dari Dinas Pertanian, di mana Sragen menduduki urutan ketiga dalam hal volume produksi. Kontribusi Sragen sangat signifikan, yakni menyumbang sekitar 30 persen dari total target penyerapan Bulog di seluruh Solo Raya yang dipatok sebesar 93.000 ton.
Keberhasilan Sragen ini berbanding terbalik dengan beberapa wilayah lain di Solo Raya yang belum menyentuh angka 100 persen. Daerah dengan serapan tertinggi kedua ditempati oleh Kabupaten Sukoharjo dengan realisasi 83 persen.
Sementara itu, serapan terendah tercatat di Kabupaten Boyolali yang saat ini baru berkisar di angka 50-an persen. Untuk mengejar sisa target Solo Raya yang masih kurang sekitar 20.000 ton lagi, Bulog berkomitmen akan terus mengoptimalkan penyerapan pada musim panen Masa Tanam (MT) 2 ini.
Bulog siap membeli gabah/beras petani sesuai harga ketetapan pemerintah. "Saat ini kami menyiapkan untuk menyerap gabah beras petani dengan harga Rp6.500. Apabila di atas harga itu, kita kembalikan lagi kepada petani untuk menjual ke pihak lain," kata dia.
Secara kumulatif, total stok beras yang dikelola oleh Perum Bulog Cabang Surakarta saat ini mencapai 92.000 ton, atau sudah terealisasi sebesar 79 persen (73.000 ton) dari total target Solo Raya. Dengan volume tersebut, masyarakat diminta tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan pangan.
"Artinya stok ini sangat mencukupi sampai dengan akhir tahun, bahkan sampai di awal tahun 2027. Ini penting untuk mempertahankan swasembada dan ketahanan pangan nasional di tengah kondisi geopolitik global saat ini," kata Nanang.
Khusus di Kabupaten Sragen sendiri, ketahanan stok beras tercatat sebesar 16.000 ton yang tersebar merata di dua gudang utama, yaitu Gudang Duyungan (8.000 ton) dan Gudang Masaran/Krikilan (8.000 ton). Stok yang melimpah ini dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan lokal. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....