Bulog Gencar Serap Gabah Petani, Klaten Tembus 10.600 Ton Lebih

  • 26 Jun 2026 19:14 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Klaten - Kalangan petani di Klaten menyambut gembira upaya Bulog Surakarta dalam melakukan serapan gabah petani terus menerus. Ketua Sanggar Kebangsaan Klaten Wardiono mengatakan untuk musim tanam sekarang ini serap gabah petani oleh bulog dinilai cukup baik dengan harga 6.500 rupiah perkilogram gabah kering panen (GKP) meskipun masih kalah dari swasta.

“Alhamdulillah untuk musim tanam serap gabah di bulog bagus mas, mungkin bukan hanya bulog. Bulog kalah dengan swasta. Banyak petani tanaman padi yang hijau sudah ditawar oleh bakul gara-gara Pemerintah mematok harga bulog operasi dilapangan sehingga petani merasa diuntungkan,” kata Mardiono, Jum'at 26 Juni 2026.

Wardiono menyebut panen padi sekarang ini dinilai cukup baik meskipun sudah musim kemarau. Karena masih sering terjadi hujan sehingga air masih cukup.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Klaten Marianto mengatakan harga pembelian bulog 6.500 itu dinilai cukup baik dirasakan oleh petani secara umum. Meskpun dilapangan harus berkompetisi dengan pembeli swasta.

“Mewakili KTNA Kabupaten Klaten keterkaitan dengan bulog. Memang bulog wajib negara hadir lewat bulog untuk serap gabah. Dengan harga 6500 masih bisa dirasakan cukup baik bagi petani secara umum. Namun ada pula pembeli diatas harga bulog itu buat petani tidak masalah terjadi kompetisi yang baik,” katanya.

Sementara Pimpinan Bulog Surakarta Nanang Harianto mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyerapan gabah petani diwilayah Solo Raya termasuk di Klaten. Total penyerapan gabah yang dilakukan diwilayah Klaten lebih dari sepuluh ribu 600 ton setara beras atau sudah mencapai 77 persen dari target tahun 2026.

“Kami terus melakukan penyerapan gabah beras dari petani khusunya petani diwilayah kabupaten Klaten. Sampai dengan hari ini total yang kami serap dari Kabupaten Klaten 10.690 ton. Artinya sudah cukup banyak karena secara terget kami 2026 sudah tercapai 77 persen dari terget 93 ribu ton,” kata Nanang Harianto.

Pihaknya juga cukup optimis target 93 ribu ton beras tersebut akan dapat tercapai seratus persen pada akhir tahun 2026. Ditambahkan pula, semakin masifnya penyerapan gabah tersebut, Bulog Surakarta memperkuat atau menambah gudang untuk ketahanan stok tidak hanya Solo Raya akan tetapi Indonesia.

Bulog Surakarta memiliki sembilan pergudangan untuk penyimpanan beras se Solo Raya bahkan kini menambah 14 gudang sewa yang tersebar disejumlah tempat. Adam sutanto

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....