Momentum HUT Bhayangkara ke-80, RTLH Milik Nenek Sebatang Kara di Sragen Direnovasi

  • 14 Jun 2026 15:47 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Di sebuah sudut Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, kesunyian hari tua Mbah Lampi mendadak berubah menjadi riuh penuh haru. Sabtu 13 Juni pagi, bukan sekadar pagi biasa bagi nenek sebatang kara ini.

Sebuah harapan yang lama terkubur dalam keterbatasan, tiba-tiba datang mengetuk pintu rumahnya yang reot, dibawa langsung oleh jajaran Polres Sragen.

Dalam balutan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Polres Sragen memilih untuk tidak merayakan hari jadi dengan kemegahan seremonial. Sebaliknya, mereka memilih untuk turun ke lapangan, membongkar sekat antara institusi dan rakyat melalui aksi nyata: bedah rumah bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, mengisahkan bagaimana hatinya tergerak setelah menerima kiriman video dari Kasat Lantas Polres Sragen yang memperlihatkan kondisi hunian Mbah Lampi. Tanpa menunggu lama, AKBP Dewiana memutuskan untuk melihat langsung realita di lapangan. Ia tidak ingin sekadar memberi bantuan di atas kertas; ia ingin memastikan bantuan tepat sasaran.

"Jujur, saya sangat miris melihatnya. Di dalam rumah, Mbah tinggal bersama ayam-ayamnya. Bahkan saat saya datang, ada ayam yang terbang sampai memadamkan lampu. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan," ucap AKBP Dewiana.

Mbah Lampi (82) nenek sebatang kara asal Desa Gading Kecamatan Tanon Kabupaten Sragen didampingi Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari dan Kades Gading saat dimulainya bedah rumah RTLH dalam rangka HUT Bhayangkara ke 80, Sabtu 13 Juni 2026. (Foto: RRI/Humas Polres Sragen)

Kondisi rumah yang membaur dengan kandang ternak menjadi potret nyata ketidaklayakan yang selama ini dijalani Mbah Lampi dalam kesendiriannya.

Bagi AKBP Dewiana, kehadiran Polri di tengah masyarakat haruslah menjadi solusi. Ia menekankan bahwa program bedah rumah ini bukan hanya tentang mendirikan dinding bata dan atap baru, tetapi tentang memberikan martabat dan kesehatan bagi warga lanjut usia.

"Mudah-mudahan dengan rumah yang lebih layak, dengan adanya MCK yang baik, Mbah Lampi bisa hidup lebih nyaman dan lebih sehat. Saya juga minta nanti dibuatkan kandang khusus untuk ayam-ayamnya agar tidak lagi tidur satu rumah dengan Mbah," tuturnya.

Namun, yang membuat suasana pagi itu semakin istimewa bukanlah janji pembangunannya, melainkan aksi sang Kapolres sendiri. Sesudah doa bersama dipanjatkan, AKBP Dewiana tak segan menanggalkan sekat jabatan. Ia turun langsung, mengenakan pakaian lapangan, dan berbaur dengan personel serta warga desa untuk ikut membongkar atap rumah Mbah Lampi.

Pemandangan langka tersaji di Desa Gading. Pucuk pimpinan kepolisian setempat tampak bahu-membahu bersama warga mengangkat material bangunan. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia tampak hidup kembali, dipicu oleh keteladanan yang ditunjukkan oleh jajaran Polres Sragen.

Program ini menjadi manifestasi dari semangat Polisi BAIK, sebuah komitmen untuk tidak hanya menjadi penegak hukum, tetapi juga menjadi pelindung, pengayom, dan sahabat bagi warga yang paling membutuhkan.

Bagi Mbah Lampi, hari itu adalah titik balik. Di usianya yang senja, ia tidak lagi harus berbagi ruang tidur dengan hewan ternak atau khawatir dengan atap yang rapuh. Harapan baru telah dibangun, bukan hanya dengan semen dan batu bata, melainkan dengan ketulusan hati para anggota kepolisian yang peduli pada kemanusiaan.

Di tengah rangkaian perayaan HUT Bhayangkara ke-80, aksi di Sragen ini menjadi pengingat manis bahwa kebahagiaan sejati seringkali ditemukan saat kita mampu membuat orang lain tersenyum di tengah kesulitan mereka. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....