Tepis Isu Bermasalah, Wabup Karanganyar Sebut Program MBG Terus Berbenah

  • 09 Jun 2026 13:34 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Ketua Satgas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Karanganyar, Adhe Eliana, membantah keras terkait narasi pelaksanaan program MBG di tingkat daerah tengah bermasalah. Pemerintah Kabupaten Karanganyar menegaskan dinamika yang terjadi di lapangan saat ini merupakan bagian dari proses perbaikan menyeluruh demi meningkatkan kualitas layanan bagi anak-anak sekolah.

Adhe Eliana yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Karanganyar mengapresiasi langkah taktis Presiden yang telah melakukan pergantian posisi Kepala Badan Gizi Nasional atau BGN. Perombakan di tingkat pusat tersebut dinilai menjadi angin segar guna memastikan pasokan gizi bagi anak-anak tercukupi secara baik, sekaligus sebagai fondasi utama dalam mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045.

“Saya tidak sepakat kalau dibilang MBG bermasalah. Yang jelas ini ada perbaikan semuanya, semuanya sudah berproses. Maka kami apresiasi Pak Presiden sudah mengganti Kepala BGN, dan itu harapannya adalah untuk membuat program ini semakin baik, penerima manfaatnya juga baik, kita kembali lagi untuk mempersiapkan Indonesia Emas 2045, salah satunya bagaimana gizi anak-anak kita tercukupi,” kata Adhe Eliana kepada wartawan, Selasa 9 Juni 2026.

Adhe menyebut, terkait operasional sejumlah Satuan Pelayanan Program Gizi atau SPPG yang dilaporkan sempat berhenti memberikan pelayanan, pihaknya tengah rutin turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi dapur penyuplai. Meskipun pemerintah daerah tidak memiliki akses kewenangan untuk menentukan titik lokasi dapur, Satgas memiliki kewajiban moral untuk merekomendasikan evaluasi hingga penutupan jika ditemukan fasilitas yang tidak higienis.

“Setiap hari saya juga turun ke dapur-dapur sama Kepala SPPG di Karanganyar. Walaupun kami tidak punya akses untuk menentukan titik dan lain sebagainya, tetapi kami berkewajiban untuk turun dan merekomendasikan untuk mengevaluasi bahkan menutup dapur-dapur yang tidak baik. Kalau memang belum layak, berarti kan kewajiban pemerintah untuk menghadirkan makanan yang baik kepada penerima manfaat,” ucap Ketua Satgas.

Disinggung mengenai isu tersendatnya anggaran di beberapa SPPG, Adhe Eliana menyatakan, hal tersebut merupakan kewenangan ditingkat pusat, lantaran urusan regulasi dana sepenuhnya merupakan domain dari BGN sehingga Satgas daerah tidak masuk ke ranah tersebut. Penghentian operasional di beberapa titik dapur murni disebabkan adanya perbaikan fasilitas fisik seperti pembenahan Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL agar tidak mengganggu operasional pelayanan.

“Artinya kalau hampir merata tidak, kalau perbaikan kan tidak beroperasional. Masak memperbaiki IPAL terus beroperasional kan akan mengganggu, itu salah satunya perbaikan IPAL atau perbaikan dapur yang kurang bagus yang tidak sesuai misalkan. Artinya kalau orang 3.000 penerima manfaat, nek dapure cilik ya berarti kan enggak mampu, Kepala BGN kan sudah seperti itu sekarang,” katanya.

Lebih lanjut, Wabub menuturkan, regulasi pengawasan mutu di tingkat bawah kini sudah berjalan sangat ketat melalui struktur berjenjang mulai dari Korwil BGN Jawa Tengah hingga Korwil Karanganyar.

"Jadi setiap unit dapur mandiri di daerah saat ini sudah diisi oleh personel terlatih bentukan pusat yang terdiri atas kepala dapur, ahli gizi, ahli akuntan, hingga asisten lapangan atau slab demi menjamin standarisasi makanan," katanya.

Adhe Eliana meminta pihak sekolah dan masyarakat untuk bersabar karena penghentian operasional di beberapa unit dapur penyuplai makanan bergizi ini hanya bersifat sementara waktu selama masa pembenahan fisik. Satgas Karanganyar berkomitmen penuh untuk terus menegakkan kebaikan proses demi memastikan hak gizi ribuan siswa di Bumi Intanpari dapat terpenuhi secara higienis dan berkelanjutan.

“BGN itu punya anak buah di Karanganyar namanya Korwil SPPG, ada Korwil Jateng, Korwil Karanganyar. Kepala dapur itu dari BGN yang sudah dilatih, terus di situ ada ahli gizi, di situ ada ahli akuntan, di situ ada asisten lapangan, nah itu sudah luar biasa terkait dengan persiapan di dapur. Sabar sek, semuanya berproses nanti pastikan menjadi baik dan ini sifatnya sementara, saya hanya untuk menegakkan kebaikan proses itu,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....