Penanganan Stunting Kota Surakarta Masuk 20 Besar Terbaik

  • 03 Des 2025 02:06 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mencatatkan capaian positif dalam percepatan penurunan stunting.

Berdasarkan pemeringkatan nasional terbaru, Surakarta berhasil masuk 20 besar Kabupaten Kota berkinerja terbaik dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting tahun 2025.

Capaian ini juga menjadi bukti efektivitas intervensi lintas sektor yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

Ditemui di Balai Kota pada Selasa (2/12/2025), Astrid menegaskan intervensi terhadap stunting, memang harus dilakukan secara bersama-sama, agar terlihat manfaatnya dari program yang ada.

"Intervensi harus dilakukan secara keroyokan. Semua pihak bergerak bersama Pemerintah, Puskesmas, Kader Posyandu, hingga masyarakat. Hanya dengan sinergi total, kita bisa memastikan anak-anak Surakarta tumbuh sehat," kata Astrid Widayani.

Selain berfokus pada sisi penanganan, Astrid juga mengatakan perlu adanya peningkatan kapasitas para kader posyandu, mulai dari edukasi gizi, pendampingan 1000 HPK, hingga pemantauan rutin tumbuh kembang balita.

Hal itu lantaran, kader adalah garda terdepan yang paling dekat dengan warga. Seperti salah satunya dalam menjalankan program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang selalu bertugas menyiapkan asupan gizi untuk ibu hamil berisiko stunting dan balita.

Dashat sendiri adalah program terbaik yang memiliki progres baik dalam upaya Pemerintah Kota Surakarta menurunkan stunting. Namun ditegaskan Astrid Widayani, program ini juga tidak akan berhasil tanpa bantuan para kader dan partisipasi warga.

"Program seperti Dashat ini tidak akan berhasil tanpa dukungan kader dan partisipasi warga. Kita ingin memastikan setiap makanan bergizi yang dibagikan benar-benar berdampak pada kesehatan ibu dan anak," katanya menambahkan.

Dengan capaian positif yang menempatkan Surakarta berada di 20 besar nasional, Pemerintah Kota berharap model penanganan stunting berbasis gotong-royong ini dapat direplikasi di daerah lain demi menyiapkan generasi emas 2045. (JK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....