Momentum Dansatgas TMMD Menyapa hingga Menghidupkan Senyum Warga
- 03 Mei 2026 09:35 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Aroma tanah basah dan suara deru mesin pengaduk semen menjadi musik latar di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, siang itu. Di bawah terik matahari yang menyengat, sebuah transformasi besar sedang berlangsung. Bukan sekadar pengerasan jalan, namun sebuah babak baru bagi harapan warga desa yang selama ini terisolasi oleh akses yang sulit.
Sabtu 02 Mei 2026, langkah kaki Komandan Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen, Letkol Inf Dindin Rohidin, S.IP., tampak mantap menyusuri jalan tanah yang membelah hamparan sawah. Namun, kunjungan ini jauh dari kesan protokoler yang kaku. Bagi warga Puro, kehadiran sang Letkol lebih terasa seperti kunjungan seorang kawan lama.
Di sebuah titik pengerjaan jalan, pemandangan menarik tertangkap mata. Letkol Dindin tak ragu untuk duduk bersila di atas tanah bersama para petani dan pekerja bangunan. Tanpa sekat dan tanpa jarak, mereka larut dalam obrolan hangat.
"TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, tetapi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami di sini untuk mendengar, merasakan, dan bekerja bersama mereka," ucap Letkol Inf Dindin Rohidin di sela-sela kegiatannya.
Gaya bicaranya yang sederhana membuat warga tak sungkan mencurahkan keluh kesah. Mulai dari urusan hasil panen hingga harapan agar anak-anak mereka bisa sekolah dengan sepatu yang tetap bersih saat musim hujan nanti, sesuatu yang selama ini mustahil karena jalanan desa yang berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan turun.
Kebahagiaan hari itu mencapai puncaknya saat salah satu fasilitas air bersih hasil program TMMD mulai diujicobakan. Begitu kran dibuka dan air jernih memancar deras, suasana berubah menjadi riuh.
Anak-anak desa yang sejak tadi mengamati dari kejauhan, langsung berlarian. Suara tawa mereka pecah saat butiran air membasahi wajah dan baju mereka. Bagi orang kota, mungkin itu hanya air biasa, namun bagi warga Desa Puro, aliran itu adalah "hadiah langit" yang sudah dinanti bertahun-tahun.
Melihat kegembiraan bocah-bocah tersebut, Dansatgas tak kuasa menahan senyum. Ia mendekat, menyalami para orang tua, dan sesekali membelai kepala anak-anak yang asyik bermain air. Momen ini menjadi bukti bahwa kehadiran TNI di desa ini tidak hanya membawa aspal dan semen, tetapi juga menghidupkan kembali denyut kebahagiaan yang tulus.
Semangat gotong royong di Desa Puro kini berada di level tertinggi. Warga dengan sukarela membawakan minuman hangat dan penganan kecil untuk para prajurit yang sedang bekerja. Mereka menyatu dalam satu ritme kerja, bahu-membahu membangun desa.
Di akhir peninjauannya, Letkol Dindin kembali melangkah menyusuri jalan yang sebagian besar sudah mulai mengeras. Di antara jejak langkah di tanah Desa Puro, tersimpan pesan kuat bahwa pembangunan sejati adalah kehadiran yang nyata di tengah masyarakat. Lantas kepedulian terhadap kebutuhan mendasar serta kehormatan dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
Kini, Desa Puro tak lagi sama. Di sana, TMMD telah meninggalkan lebih dari sekadar infrastruktur; ia meninggalkan cerita tentang kedekatan, kepedulian, dan senyum yang kembali merekah di wajah setiap warga. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....