Saat 'Gema Diponegoro' Jadi Rebutan dan Robot Tempur Jadi Impian Siswa SD Plumbungan

  • 02 Mei 2026 14:19 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Suasana Sabtu pagi di SD Negeri Plumbungan IV, Karangmalang, mendadak riuh. Bukan karena bel istirahat, melainkan kedatangan sejumlah pria berseragam loreng yang membawa "oleh-oleh" spesial. Di sela-sela kesibukan program TMMD Reguler ke-128 di Desa Puro, para anggota Satgas TNI menyempatkan diri menyapa tunas-tunas bangsa dengan membawa tumpukan majalah Gema Diponegoro.

Momen ini menjadi pemandangan unik pada Sabtu 02 Mei 2026. Anak-anak yang awalnya tampak malu-malu bahkan ada yang sempat bersembunyi di balik pintu kelas langsung luluh saat melihat keramahan para prajurit. Ketakutan akan sosok tentara yang kaku sirna, berganti menjadi antusiasme yang meledak-ledak.

Begitu tumpukan majalah mulai dikeluarkan, kerumunan kecil langsung terbentuk. "Pak, saya mau yang ada gambar pesawatnya!", "Pak Tentara, saya mau satu!", teriak mereka bersahutan. Khawatir tidak kebagian, anak-anak ini saling berebut dengan wajah penuh harap untuk mendapatkan majalah tersebut.

Bagi mereka, majalah Gema Diponegoro bukan sekadar bacaan biasa. Di dalamnya tersaji jendela dunia militer yang selama ini hanya mereka lihat di layar kaca.

"Anak-anak senang sekali, Pak. Di majalah itu ada gambar tentara yang gagah, ada tank, pesawat, hingga kapal perang. Visual seperti itu sangat memicu imajinasi mereka," ujar Intan Palupi, S.Pd, SD, Kepala Sekolah SDN Plumbungan IV dengan wajah sumringah.

Kehadiran Satgas TMMD di Desa Puro ternyata membawa dampak psikologis yang luar biasa bagi anak-anak. Jika sebelumnya profesi tentara terasa jauh dan asing, kini sosok prajurit adalah tetangga yang ramah bagi mereka.

Selama tinggal di rumah-rumah warga (induk semang), anggota TNI berhasil merebut hati masyarakat melalui interaksi harian yang humanis.

Dampak positifnya pun mulai terlihat pada impian para siswa. Di antaranya majalah menjadi sarana literasi yang menyenangkan di tengah gempuran gadget. Lantas banyak siswa yang kini mantap ingin menjadi TNI setelah melihat langsung kerja keras para satgas membangun jalan di desa mereka. Serta hilangnya sekat rasa takut antara anak-anak dengan aparat keamanan.

Intan Palupi berharap kehadiran TNI di lingkungan sekolah tidak berhenti sampai di pembagian majalah saja. Beliau berharap para prajurit bisa meluangkan waktu lebih lama untuk memberikan bimbingan langsung kepada siswa.

"Kami sangat berharap Bapak-bapak TNI bisa membantu mengajar PBB (Peraturan Baris Berbaris), tata cara upacara yang benar, hingga sosialisasi wawasan kebangsaan. Sangat penting menanamkan cinta tanah air sejak dini melalui sosok idola mereka langsung," kata dia.

Meski TMMD Reguler ke-128 fokus pada pembangunan fisik jalan dan infrastruktur, namun jejak langkah para prajurit di SDN Plumbungan IV membuktikan bahwa membangun mental dan impian generasi muda jauh lebih abadi daripada semen dan aspal. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....