Hampir 90 Persen Operasional, Wabup Karanganyar Pantau Ketat Progres SPPG
- 29 Apr 2026 16:45 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Pemerintah Kabupaten Karanganyar terus memacu operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini telah mencapai 89 unit dari target total 134 lokasi di seluruh wilayah. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan manajemen distribusi guna mendukung program penguatan gizi masyarakat secara berkelanjutan.
Wakil Bupati Adhe Eliana mengatakan fungsi pengawasan SPPG saat ini telah diperketat melalui Satgas khusus guna menjamin koordinasi dengan instansi pusat berjalan tanpa kendala komunikasi. Ia memastikan adanya kesiapan untuk melakukan intervensi hingga pemberian sanksi tegas apabila ditemukan ketidakpatuhan terhadap standar operasional yang telah ditetapkan.
“Kami di Karanganyar sudah progres, terakhir di angka 89 unit yang sudah operasional dari total rencana 134. Saya memastikan jika ada sesuatu hal yang tidak baik bisa laporkan ke saya dan saya mempunyai kekuatan untuk mengintervensi ataupun memberikan sanksi,” ujar Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana saat ditemui wartawan, Rabu 29 April 2026.
Adhe mengatakan, Pemerintah Kabupaten Karanganyar kini memfokuskan strategi pada integrasi sektor pertanian lokal untuk mencukupi kebutuhan bahan pangan di seluruh unit SPPG. Melalui pendataan detail di Dinas Pertanian dan Pangan, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh stok telur, daging, dan sayuran diserap langsung dari para pelaku UMKM setempat.
“Kami sudah melakukan pendataan di Dinas Pertanian dan Pangan untuk menyedikan semuanya, mendata menu sebulan habisnya berapa. Kalau di Karanganyar sudah cukup, berarti UMKM ini kita gerakkan untuk mensuplai itu guna stabilisasi harga,” tegas Adhe Eliana.
Dalam sistem pengawasan, lanjut Adhe, Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga melakukan klasifikasi standar menu bagi kelompok sasaran balita, ibu hamil, dan menyusui agar kebutuhan nutrisi terpenuhi secara spesifik. Evaluasi rutin akan dilakukan dengan mengumpulkan seluruh mitra pengelola dan kepala dapur guna memperbaiki standarisasi rasa serta kandungan gizi di setiap wilayah.
“Ke depan saya akan kumpulkan seluruh mitra, seluruh kepala dapur, dan yayasan untuk memberikan warna agar pelayanan ini seragam kualitasnya. Jika ada SPPG yang kurang bagus kendalanya di mana, kami dari pemerintah akan mencarikan solusinya di situ,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....