Rakernas 2026, HIMPO Indonesia Dorong Pupuk Organik Berkualitas

  • 13 Feb 2026 08:09 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Konsolidasi nasional produsen pupuk organik ditegaskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Himpunan Mitra Produsen Pupuk Organik (HIMPO) Indonesia Tahun 2026 di Hotel Zigna Laweyan, Solo, Rabu 11 Februari 2026. Forum ini menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam menjaga kualitas pupuk organik nasional.

Rakernas secara resmi dibuka Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defrancisco Dasilva Tavares. Ia menegaskan peran HIMPO Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan.

“Di samping menjadi sarana silaturahmi bagi para produsen pupuk organik, HIMPO Indonesia juga menjadi mitra pemerintah dalam memproduksi pupuk organik bagi para petani dan peternak,” ujarnya.

Rakernas dihadiri lebih dari 100 mitra HIMPO dari berbagai daerah, serta perwakilan PT Pupuk Indonesia, PT Petrokimia Gresik, dan PT Pupuk Kujang. Kehadiran pemangku kepentingan ini memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung pertanian berkelanjutan.

Mengusung tema “Pupuk Petroganik: Merawat Tanah, Mendukung Swasembada Pangan yang Berkelanjutan”, Rakernas tidak hanya menjadi forum evaluasi tahunan. Kegiatan ini juga menjadi ruang penandatanganan komitmen bersama seluruh peserta.

Komitmen tersebut menegaskan kesiapan HIMPO Indonesia memproduksi pupuk organik granul berkualitas sesuai Standar Mutu SNI 7763:2024. Standar tersebut menjadi jaminan mutu sekaligus upaya menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Umum HIMPO Indonesia, Muhammad Parto, menegaskan mutu produk merupakan prinsip utama organisasi. Ia menyatakan pupuk organik tidak boleh diproduksi tanpa standar kualitas yang ketat.

“Jika tidak lolos uji kualitas, produknya harus dihancurkan. Ini bukan sekadar bisnis, tetapi tanggung jawab moral dan sosial,” ucapnya menegaskan.

Parto menambahkan, HIMPO mendorong setiap pabrik memiliki laboratorium mini untuk memastikan kualitas sebelum produk dipasarkan. Menurutnya, tanah yang sehat adalah investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan nasional.

Dukungan terhadap penguatan pupuk organik juga datang dari PT Pupuk Indonesia. SVP Strategi Penjualan dan Pelayanan Pelanggan PT Pupuk Indonesia, Asep Saeful Muslim, menyampaikan alokasi pupuk organik subsidi tahun 2026 meningkat menjadi 642 ribu ton.

Jumlah tersebut naik sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini dinilai sebagai peluang memperluas pemanfaatan pupuk organik di tengah kondisi curah hujan yang mendukung produktivitas pertanian.

“Curah hujan yang tinggi membuat kadar air lahan tercukupi dan berdampak langsung pada peningkatan serapan pupuk,” ujarnya. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....