Pengamanan Mudik di Klaten Diperkuat Melalui Operasi Ketupat Candi 2026
- 17 Mar 2026 06:09 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Arus mudik Lebaran tahun ini diperkirakan meningkat, terutama di jalur penghubung Surakarta dan Yogyakarta yang melintasi wilayah Klaten. Kondisi tersebut menjadi perhatian aparat kepolisian untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan selama masa mudik dan arus balik.
Hal itu dikatakan oleh Kapolres Klaten, AKBP Moh.Faruk Rozi, SH, SIK, M.Si dalam Dialog Pagi di Pro 1 Surakarta Jumat, 13 Maret 2026. “Pengamanan arus mudik dilakukan melalui Operasi Ketupat Candi 2026 yang melibatkan kepolisian, TNI, pemerintah daerah serta instansi terkait,” katanya.
Operasi ini difokuskan pada pengaturan lalu lintas, pengamanan jalur mudik. Selain itu, pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman.
Lanjutnya, penyiapan personel di sejumlah titik strategis yang diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan dilakukan. Pengamanan khususnya di jalur arteri utama, persimpangan padat, serta titik rawan kecelakaan untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali.
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan Prambanan, yang merupakan perbatasan antara wilayah Solo dan Yogyakarta. “Lokasi tersebut kerap menjadi titik perlambatan kendaraan karena menjadi pertemuan arus kendaraan dari dua wilayah saat musim mudik,” ucap Faruk.
Untuk mengantisipasi kepadatan di kawasan tersebut, Kapolres Klaten menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian di wilayah Sleman guna menyelaraskan pengaturan arus kendaraan di perbatasan. Selain itu, sistem pelambatan kendaraan juga diterapkan di titik tertentu agar arus lalu lintas tetap terjaga dan tidak terjadi penumpukan kendaraan.
| Baca juga: Strategi Pemerintah Hadapi Lonjakan Mudik |
Pemudik juga dapat memanfaatkan aplikasi navigasi yang menyediakan informasi lalu lintas secara real-time untuk mengetahui kondisi jalan. Informasi tersebut membantu pengendara menentukan jalur perjalanan yang lebih lancar. Upaya pemanfaatan teknologi ini dinilai sebagai langkah positif dan layak dicontoh daerah lain yang menjadi jalur utama arus mudik.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan dan Penguatan Kewilayahan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno menilai upaya mengurangi kepadatan lalu lintas saat mudik juga perlu didukung dengan pemanfaatan moda transportasi massal. “Tapi idealnya penggunaan transportasi massal harus disertai dengan ketersediaan angkutan umum perkotaan atau feeder yang memadai agar pemudik tetap mudah menjangkau tujuan akhir di kota tujuan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan , meskipun angka kecelakaan lalu lintas cenderung menurun dari tahun ke tahun, pemudik yang menggunakan sepeda motor masih cukup banyak. Bahkan, berdasarkan sejumlah data keselamatan transportasi, korban kecelakaan lalu lintas saat musim mudik masih didominasi oleh pemudik yang menggunakan sepeda motor. Karena itu, peningkatan keselamatan berkendara serta penyediaan alternatif transportasi yang lebih aman menjadi hal penting untuk terus diperhatikan. (Wiwik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....