Strategi Pemerintah Hadapi Lonjakan Mudik

  • 15 Feb 2026 23:20 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah mematangkan strategi transportasi untuk menghadapi potensi lonjakan mobilitas masyarakat saat libur Lebaran dan Nyepi, Langkah ini dibahas dalam rapat koordinasi kesiapan angkutan Lebaran yang digelar bersama pemangku kepentingan pusat dan daerah pada Sabtu 14 Februari 2026 di Convention Hall Terminal Tipe A Tirtonadi Solo..

Direktur di Direktorat Jenderal Perhubungan Darat pada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Aan Suhanan, mengatakan tradisi mudik tetap menjadi faktor utama tingginya mobilitas masyarakat setiap tahun.

“Mengingat kegiatan mudik dan balik Lebaran ini, ini sudah menjadi tradisi masyarakat kita,” ujarnya.

Ia menyebutkan, libur Lebaran tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Nyepi sehingga berpotensi mendorong peningkatan perjalanan masyarakat untuk silaturahmi maupun wisata. Pemerintah memperkirakan lebih dari separuh masyarakat Indonesia akan melakukan perjalanan pada periode tersebut.

“Sekitar lima puluh persen lebih dari seluruh masyarakat Indonesia akan melakukan perjalanan selama kegiatan Lebaran tahun ini,” katanya.

Meski survei menunjukkan angka perjalanan sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya, pemerintah tetap mengantisipasi kemungkinan realisasi di lapangan justru meningkat.

“Walaupun angkanya turun satu koma tujuh, ini perlu kita antisipasi,” ucapnya.

Untuk mengurai kepadatan, pemerintah menerapkan kebijakan Flexible Working Arrangement (WFA) pada beberapa tanggal menjelang dan setelah Lebaran. Kebijakan ini diharapkan mampu mendistribusikan waktu keberangkatan masyarakat agar tidak menumpuk pada satu hari tertentu.

Selain itu, stimulus transportasi juga disiapkan melalui diskon tiket angkutan udara, kereta api, laut, hingga penyeberangan, serta program mudik gratis dengan moda bus, kereta, dan kapal.

“Kita juga menyiapkan atau menyelenggarakan mudik gratis ya, baik itu di moda transportasi darat, bis maupun transportasi kereta api maupun kapal,” ujarnya.

Dalam aspek pengaturan lalu lintas, pemerintah bersama aparat juga menyiapkan pembatasan operasional angkutan barang serta rekayasa lalu lintas berbasis kajian data dan simulasi.

“Kita sudah menandatangani surat keputusan bersama pengaturan arus lalu lintas ya, pembatasan angkutan barang dan pengaturan penyeberangan,” katanya.

Ia menegaskan pembatasan tersebut bertujuan meningkatkan keselamatan dan mengurangi kepadatan, terutama pada jalur tol dan arteri yang menjadi titik utama pergerakan pemudik.

Rapat koordinasi ini turut melibatkan berbagai pihak, termasuk kepolisian dan pemerintah daerah seperti Polda Jawa Tengah dan Polda DIY, guna memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta strategi pengamanan transportasi menjelang musim mudik Lebaran. (Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....