Indeks Eksper SPI Solo Turun ke Level Waspada, Wali Kota Ajak Ahli Beri Koreksi Tajam

  • 08 Apr 2026 15:26 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Nilai Indeks Survei Penilaian Integritas (SPI) untuk kategori eksper (ahli) di lingkungan Pemerintah Kota Solo menunjukkan tren penurunan yang signifikan dalam tiga tahun terakhir hingga ke tingkat waspada. Padahal setahun sebelumnya indeks SPI termasuk paling tinggi di Jawa Tengah.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Respati Ardi, meminta para ahli untuk tidak ragu memberikan penilaian objektif sebagai bahan evaluasi internal.

Berdasarkan data yang dihimpun, nilai kategori eksper pada tahun 2023 sempat menyentuh angka 81,28. Namun, angka tersebut mengalami penurunan tajam pada tahun 2024 menjadi 75,52, dan kembali terkoreksi turun pada tahun 2025 ke angka 73,2.

Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota Respati Ardi dalam kegiatan Sosialisasi Hasil SPI 2025 bagi responden eksper yang berlangsung di Aula Loji Hotel Solo, Rabu (8/4/2026).

Meski kategori eksper mengalami penurunan, Respati Ardi menjelaskan bahwa kondisi berbeda terjadi pada kategori lainnya. Ia memaparkan bahwa kepercayaan masyarakat umum terhadap integritas Pemkot Surakarta justru berada di level yang sangat tinggi.

"Tadi menurunnya itu hanya untuk yang di kategori expert. Kalau di masyarakat, indeksnya justru tertinggi mencapai angka 91. Untuk di internal pun mengalami peningkatan di angka 81. Jadi, yang hari ini kurang memang dari penilaian para ahli," ujar Respati.

Wali Kota menegaskan bahwa SPI merupakan instrumen krusial bagi Pemerintah Kota Surakarta untuk mengukur tingkat kompetensi, akuntabilitas, dan profesionalisme birokrasi. Ia memandang penurunan nilai dari sudut pandang ahli sebagai "lampu kuning" yang harus segera direspons dengan perbaikan layanan.

"Kami mengajak para expert, para ahli untuk memberikan penilaian sebaik-baiknya, seterang-terangnya karena penilaian ini akan menjadi koreksi bagi kami," tegasnya.

Respati berharap melalui masukan pahit namun jujur dari para ahli, kualitas pelayanan publik di Solo dapat ditingkatkan kembali demi menjaga dan memperkuat kepercayaan masyarakat yang sudah tinggi.

"Kami masih butuh banyak masukan dan saran dari para ahli untuk mencapai tata kelola kota yang lebih baik. Harapannya, pelayanan yang lebih baik ini akan ditingkatkan kembali agar masyarakat lebih mendapatkan kepastian dan kepercayaan," ucap Wali Kota.

Sedangkan Inspektur Inspektorat Pemkot Solo Arif Darmawan menyampaikan, menurunnya indeks tersebut karena ada kesalahpahaman responden dari ahli. Semisal Kasus korupsi yang berlangsung beberapa tahun lalu, kemudian viral di tahun 2025 dan menjadikan persepsi responden bahwa ada kasus Korupsi di Pemkot Solo tahun 2025.

"Yang penting bagi kita bukan dinilainya, tapi yang penting bahwa penegak integritas itu yang paling penting, berani melawan, berani melaporkan, dan berani menolak adanya korupsi dan kolusi dan kita siap untuk meninggalkan. Kami sudah koordinasi dengan Pak Wali , Kapolres dan Kejari, apapun itu yang terjadi korupsi dan kolusi kita komitmen akan kita tindak," kata dia membenarkan.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal sinkronisasi antara persepsi ahli, data internal, dan realita di lapangan guna memperbaiki indeks integritas Kota Surakarta di tahun-tahun mendatang. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....