Wisata Candi Tikus Tarik Minat Turis Perancis Pelajari Sejarah Indonesia
- 08 Agt 2026 20:08 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Mojokerto — Situs bersejarah di kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, terus menarik perhatian wisatawan mancanegara. Salah satunya adalah Benjamin, wisatawan asal Perancis, yang mengaku tertarik mengunjungi candi peninggalan Kerajaan Majapahit tersebut karena ingin memahami sejarah dan peradaban masa lalu Indonesia secara lebih dekat, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Candi Tikus dikenal sebagai salah satu situs penting peninggalan Majapahit yang diperkirakan berfungsi sebagai petirtaan atau tempat pemandian suci. Struktur bangunan yang berada lebih rendah dari permukaan tanah dengan susunan bata merah khas Majapahit memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung yang ingin menelusuri jejak kejayaan kerajaan besar Nusantara.
Benjamin mengatakan kunjungannya bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan juga bagian dari upaya belajar mengenai sejarah Asia Tenggara, khususnya Indonesia.
“Saya datang ke Candi Tikus karena ingin belajar memahami sejarah dan peradaban masa lalu di Indonesia. Tempat seperti ini membantu saya melihat bagaimana masyarakat pada masa Majapahit hidup, membangun teknologi, dan memiliki nilai budaya yang kuat,” ujarnya saat ditemui di kawasan situs.
Menurutnya, situs sejarah seperti Candi Tikus memiliki nilai edukatif yang tinggi bagi wisatawan asing. Ia menilai Indonesia memiliki warisan budaya yang sangat kaya dan layak diperkenalkan lebih luas kepada dunia internasional.
“Saya merasa tertarik membandingkan bagaimana peradaban berkembang di tempat yang berbeda, terlebih ketika berbeda negara. Candi Tikus memberi saya perspektif baru tentang kekayaan budaya Indonesia,” katanya.
Suasana tenang di area candi serta penataan situs yang rapi membuat pengunjung dapat menikmati wisata sejarah dengan nyaman. Sejumlah wisatawan tampak mengabadikan bangunan utama candi, kolam petirtaan, dan relief bata yang masih terjaga.
Keberadaan Candi Tikus menjadi salah satu daya tarik utama wisata sejarah di Trowulan, kawasan yang diyakini sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit. Selain nilai arkeologisnya, situs ini juga berperan sebagai sarana edukasi bagi pelajar, peneliti, dan wisatawan yang ingin mempelajari peradaban Nusantara.
Kunjungan wisatawan mancanegara seperti Mr. Benjamin menunjukkan bahwa warisan sejarah Indonesia memiliki daya tarik global. Pengelolaan dan pelestarian situs-situs bersejarah dinilai penting agar generasi mendatang tetap dapat mempelajari jejak peradaban masa lalu sekaligus memperkenalkan identitas budaya Indonesia kepada dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....