Sasar Wisatawan Jatim, Mawatu Tawarkan Gaya Hidup Internasional
- 16 Okt 2025 15:49 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Proyek kawasan terpadu Mawatu di Labuan Bajo resmi diperkenalkan sebagai ikon gaya hidup baru di Indonesia Timur. Berlokasi di Pantai Batu Cermin, hanya 10 menit dari Bandara Internasional Komodo (LBJ), kawasan ini menggabungkan keindahan alam pesisir dengan fasilitas berstandar internasional. Kawasan ini dikembangkan oleh Vasanta Group untuk menjawab kebutuhan akan pusat kota baru yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Dengan penerbangan langsung dari Singapura ke Labuan Bajo sejak Maret 2025, akses wisatawan internasional semakin terbuka. Selain itu, wisatawan domestik termasuk dari Jawa Timur terutama Surabaya dan Malang juga menunjukkan peningkatan minat ke destinasi ini, berkat konektivitas udara yang mempermudah akses. Banyak agen perjalanan di Surabaya kini memasukkan Mawatu dan Taman Nasional Komodo sebagai paket unggulan liburan.
“Mawatu bukan hanya menarik wisatawan mancanegara, tetapi juga dari kota-kota besar seperti Surabaya. Mereka mencari destinasi yang tidak hanya indah, tetapi juga nyaman dan lengkap. Kami melihat antusiasme tinggi dari pasar Jawa Timur,” ujar Heryanto Kurniawan, Direktur Mawatu, Kamis (16/10/2025).
Mawatu dirancang sebagai pusat gaya hidup modern dengan beragam fasilitas seperti beach club yang dikelola LYD, bioskop Cinema XXI pertama di Flores, supermarket, hotel gaya hidup, dan vila tematik. Selain itu, terdapat area komersial dengan brand nasional dan internasional seperti Sensatia, Guardian, dan Charis Se’i. Kehadiran brand-brand ini diharapkan menarik wisatawan kelas menengah atas dari Jawa Timur yang mulai menjadikan Labuan Bajo sebagai alternatif liburan premium.
Untuk menambah pengalaman budaya, kawasan ini juga menghadirkan atraksi lokal seperti Tari Caci setiap akhir pekan serta seaside market dengan 47 UMKM pilihan. Pasar ini menawarkan kuliner khas Nusa Tenggara Timur dan kerajinan tangan, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang terbiasa dengan budaya kuliner dan seni khas Jawa Timur.
Selama Januari hingga Mei 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo mencapai 122.534 orang, dengan 74 persen di antaranya merupakan wisatawan asing. Namun, peningkatan signifikan juga terjadi pada wisatawan nusantara, termasuk dari Jawa Timur. Tingginya minat ini menjadi peluang bagi Labuan Bajo dan Mawatu untuk memperluas pasar domestik sekaligus meningkatkan lama tinggal wisatawan.
“Dengan fasilitas lengkap dan nuansa tropis yang masih alami, kami yakin Labuan Bajo akan menjadi Bali berikutnya bagi wisatawan dari Jawa Timur. Apalagi, dengan penerbangan langsung dari Surabaya yang tengah kami upayakan bersama mitra maskapai,” tambah Heryanto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....