Dosen Ekonomi Sebut Generasi Muda Terjerat Pinjol Karena Kebutuhan

  • 01 Jul 2025 15:56 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Fenomena pinjaman dan judi online makin marak di kalangan milenial dan Gen Z. Kondisi ini dinilai memprihatinkan oleh banyak pihak. Dosen Internasional Business Management IBM Universitas Ciputra, Dr. Teofilus, menyebut banyak anak muda terjerat pinjol karena kebutuhan.

Menurutnya, persepsi praktis terhadap pinjol membuat risiko jangka panjang kerap diabaikan. Padahal, bunga tinggi dan sistem penagihan yang agresif bisa menjerat lebih dalam.

"Teman-teman yang muda ini, generasi muda ini, sering kali melihat bahwa pinjol itu sebagai salah satu bentuk tambahan cash/tunai. Hal itu dilakukan untuk memenuhi apa yang mereka inginkan," kata Teofilus. Selasa (1/7/2025).

"Pinjol itu, kalau dilihat iklan-iklan segala macam seperti itu, biasanya yang diutamakan adalah bagaimana cara kamu melunasi hutang dengan cepat. Bagaimana kamu mendapatkan ini dengan cepat, bagaimana kamu meraih mimpimu dengan cepat, mau barang ini dengan cepat."

Teofilus juga mengatakan iklan dari pinjol tersebut seringkali bisa membujuk keinginan generasi muda dalam mendapatkan barang atau menemukan solusi keuangan yang cepat.

"Itu bagian dari penataan emosi yang terstruktur, yang membangkitkan generasi muda itu, lebih suka atau pinjam karena bisa lebih cepat," ujarnya.

Dari catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagian besar generasi muda yang berusia 19 sampai 34 tahun melakukan pinjaman online hingga mencapai Rp 27,1 Triliun. Mirisnya, penyumbang terbesar dari kredit macet di pinjaman online sebanyak 782 miliar rupiah per bulan atau sekitar 40% yakni berasal dari kalangan generasi muda atau milenial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....