TC Thailand Jadi Momentum Diogo Ramalho Percepat Adaptasi di Persebaya

  • 28 Agt 2026 12:54 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemusatan latihan Persebaya di Thailand tidak hanya menjadi bagian dari persiapan fisik menuju musim 2026/2027. Bagi gelandang Persebaya, Diogo Ramalho, program tersebut menjadi momentum penting untuk mempercepat proses adaptasi sekaligus memahami karakter permainan tim di bawah arahan Bernardo Tavares.

Selama sembilan hari berada di Thailand, Ramalho mendapat kesempatan menghabiskan waktu lebih banyak bersama rekan-rekan setim. Kondisi tersebut dinilai membantu dirinya dan sejumlah pemain anyar lainnya untuk lebih cepat menyatu dengan tim, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Persebaya sendiri menuntaskan program TC yang dimulai sejak Selasa, 18 Agustus 2026. Selama berada di Negeri Gajah Putih, skuad Green Force menjalani latihan dengan intensitas tinggi serta sejumlah pertandingan uji coba untuk mengukur perkembangan tim sebelum memasuki kompetisi musim 2026/2027.

"Pemusatan latihan ini merupakan program yang sangat baik bagi tim. Kami memiliki kesempatan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama, berlatih dengan intensitas tinggi, dan fokus penuh pada persiapan menghadapi musim baru," ujar Ramalho, dikutip dari laman Persebaya, Jumat, 28 Agustus 2026.

Bagi pemain asal Portugal tersebut, keberadaan sejumlah pemain baru membuat proses membangun chemistry menjadi salah satu pekerjaan penting selama pramusim. Karena itu, waktu yang lebih panjang dalam pemusatan latihan menjadi kesempatan untuk mengenal karakter masing-masing pemain sekaligus memahami instruksi pelatih.

"Hal ini sangat penting karena kami memiliki banyak pemain baru yang masih beradaptasi dengan tim maupun dengan ide-ide pelatih. Dengan menghabiskan lebih banyak waktu bersama, kami bisa membangun kekompakan, memahami sistem permainan, sekaligus mempersiapkan kondisi fisik," katanya.

Selain mempercepat proses adaptasi, TC di Thailand juga memberi Persebaya kesempatan untuk mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dengan karakter berbeda. Situasi tersebut membuat para pemain harus mampu beradaptasi dengan berbagai gaya permainan sekaligus menjadi tolok ukur perkembangan skuad.

"Berada di Thailand juga memberikan pengalaman berbeda, terutama karena kami bisa menghadapi lawan-lawan dengan karakter yang berbeda. Itu menjadi kesempatan bagi kami untuk terus berkembang," lanjutnya.

Proses adaptasi tersebut tidak berhenti pada pemahaman terhadap sistem permainan tim. Pemain berusia 27 tahun itu juga menjadikan masa pramusim sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas individunya agar bisa memberikan kontribusi maksimal bagi Persebaya.

"Bagi saya pribadi, yang paling penting adalah berkembang bersama sebagai sebuah tim. Di sisi lain, saya juga ingin terus meningkatkan kemampuan secara individu dan menunjukkan bahwa saya bisa memberikan kontribusi untuk membantu tim mencapai target musim ini," tuturnya.

Bagi Ramalho, sembilan hari di Thailand bukan sekadar agenda pramusim. Waktu tersebut menjadi modal untuk semakin memahami tim, beradaptasi dengan sistem permainan Tavares, dan membangun fondasi kebersamaan sebelum Persebaya menghadapi ketatnya kompetisi musim 2026/2027.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....