Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Digelar di Bali

  • 02 Agt 2026 18:19 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Babak semifinal dan final Piala Presiden 2026 akan diselenggarakan di Bali pada tanggal, 4 dan 6 Agustus 2026. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Steering Commitee Piala Presiden, Maruarar Sirait, dalam press conference road to semifinal dan final di Balai Kota, Surabaya, Minggu 2 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Maruarar mengaku sebenarnya laga semifinal dan final akan diselenggarakan di Surabaya karena animo suporter yang tinggi, serta masyarakat secara umum yang sangat bersahabat. Namun, setelah koordinasi dengan Walikota Surabaya Eri Cahyadi dan Ketua PSSI Erick Thohir disepakati lokasi pertandingan ada di Bali.

“Saya terus terang mau putuskan tempatnya di Surabaya. Tanya sama Mas Eri, tapi saya menghargai, saya bersahabat, tidak boleh memaksa. Saya senang Surabaya. Pembukaan di Bandung, saya maunya semifinal dan final di Surabaya, tapi saya juga mesti menghargai Mas Eri. Mudah-mudahan suatu saat (Surabaya) siap ya pak,” kata pria yang akrab disapa Ara itu.

Ara mengatakan, ada sejumlah pertimbangan dalam penentuan tuan rumah semifinal dan final ini. Faktor utamanya adalah terkait keamanan mengingat empat tim yang lolos Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya dan Arema FC memiliki basis suporter yang besar.

Pada babak semifinal, dua tim yang memiliki rivalitas tinggi antar suporter akan saling berhadapan. Yakni, Persib melawan Persija dan Persebaya melawan Arema FC.

“Tentu pertimbangan keamanan adalah pertimbangan nomor satu. Karena keselamatan, keamanan itu penting sekali. Kita harus pertimbangkan semua,” ujarnya.

Namun demikian, pria yang juga Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman RI itu berharap suatu saat Surabaya dapat menjadi tuan rumah babak semifinal dan final. “Tapi kita juga ingin suatu saat di Surabaya, ya, karena saya senang sekali kota ini. Dan ini kota yang penuh sejarah perjuangan. Tadi saya sudah katakan aman, menurut saya aman, bersih, dan mempesona,” katanya.

Selain itu, Maruarar juga mengumumkan penambahan hadiah bagi juara dari Rp6 miliar menjadi Rp8 miliar. Penambahan ini dilakukan karena pihaknya mendapat dukungan sponsor tembus Rp70 miliar, sehingga ia memastikan hadiah tidak menggunakan anggaran APBN.

Sementara itu, Walikota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Surabaya sebagai tuan rumah Grup B. Ia mengaku, selama babak penyisihan warganya mendapat suguhan tontonan yang menghibur, termasuk dampak ekonomi yang dirasakan oleh pelaku UMKM.

Terkait tidak jadi tuan rumah babak semifinal dan final, ia mengaku, harus mempertimbangkan kesiapan berbagai hal termasuk soal keamanan. “Tadi sudah disampaikan Bang Ara. Jadi ya Surabaya itu kan aman, sudah ya pasti. Tapi ada ketentuan yang lainnya, maka tadi kita bilang kalau hari ini tidak bisa, tapi di periode berikutnya kita meminta untuk di Surabaya,” kata Eri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....