PSSI Ajak Suporter Stop Hujatan, Lindungi Pemain Timnas Indonesia
- 21 Agt 2026 12:58 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kegagalan Timnas Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2026 memang meninggalkan kekecewaan bagi publik sepakbola Tanah Air. Namun, hasil di lapangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk melampiaskan kemarahan melalui penghinaan, perundungan, ancaman, hingga serangan terhadap keluarga pemain.
Pesan tersebut sejalan dengan kampanye FIFA melalui unggahan Instagram bertajuk “Protecting players online around the world”. Dalam unggahan tersebut, FIFA menyampaikan seruan “Stop Hate, Protect Football” sebagai pengingat bahwa sepakbola harus tetap menjadi ruang yang aman bagi pemain, ofisial, dan suporter, termasuk ketika berada di dunia digital.
Konteks tersebut menjadi semakin relevan setelah sejumlah pemain Timnas Indonesia mendapat serangan di media sosial pasca kegagalan di Piala AFF 2026. Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, beserta keluarganya menjadi salah satu pihak yang turut menghadapi hujatan dan ancaman.
PSSI melalui Ketua Umum Erick Thohir dan Sekjen Yunus Nusi telah menyampaikan keprihatinan atas situasi tersebut. PSSI menegaskan bahwa kritik terhadap performa pemain merupakan bagian dari sepakbola, tetapi tidak boleh berubah menjadi serangan personal yang mengancam martabat maupun keselamatan.
"Kami mengakui bahwa hasil di Piala AFF 2026 belum memenuhi harapan. Namun, evaluasi harus dilakukan dengan kepala dingin dan tanggung jawab, bukan melalui kebencian. Pemain boleh dikritik secara sportif, tetapi martabat dan keselamatan mereka termasuk keluarga harus tetap dihormati. Kekalahan bukan alasan untuk membenarkan kebencian," ujar Yunus Nusi, dikutip dari laman resmi PSSI.
Menurut PSSI, dukungan terhadap Timnas Indonesia tidak harus diwujudkan dengan menutup ruang kritik. Justru kritik tetap dibutuhkan agar tim dapat berkembang. Namun, kritik semestinya diarahkan pada permainan, keputusan, maupun proses yang memang dapat dievaluasi.
Setelah Piala AFF 2026, para pemain akan kembali beraktivitas bersama klub masing-masing. Musim kompetisi I.League 2026/2027, khususnya Super League dan Championship 2026-27, dijadwalkan mulai bergulir pada 4 dan 11 September 2026.
Kompetisi domestik menjadi kesempatan bagi para pemain untuk kembali membangun kepercayaan diri dan meningkatkan performa. Di saat yang sama, klub membutuhkan dukungan positif dari suporter agar proses pembinaan, regenerasi, dan persaingan antarpemain dapat berlangsung secara sehat sepanjang musim.
PSSI pun mengajak suporter mengubah rasa kecewa menjadi energi positif. Dukungan dapat diberikan dengan hadir ke stadion secara tertib, menyaksikan pertandingan melalui kanal resmi, membeli tiket serta produk klub secara legal, dan memberikan apresiasi terhadap kerja keras pemain.
Di ruang digital, suporter juga diimbau tidak ikut menyebarkan konten yang mengandung ujaran kebencian, perundungan, doxing, maupun ancaman. Konten semacam itu sebaiknya dilaporkan tanpa perlu kembali disebarluaskan.
"Saya berharap dukungan kepada pemain tidak berhenti ketika hanya berseragam Timnas. Dukungan juga saat mereka bersama klub masing-masing. Kritik boleh tajam, tetapi tidak boleh menjadi kebencian. Dukung pemainnya, hormati manusianya, dan jaga sepakbolanya," tutur Yunus Nusi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....