Babak Penyisihan Piala Presiden 2026, Perputaran Ekonomi Tembus Rp1,3 Miliar

  • 02 Agt 2026 11:43 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Panitia Penyelenggara Piala Presiden 2026 menyatakan gelaran babak penyisihan di dua lokasi yakni Bandung dan Surabaya berjalan baik. Selain berhasil menggelar pertandingan, turnamen ini dinilai sukses memberikan hiburan kepada masyarakat dan berdampak pada peningkatan ekonomi bagi pelaku UMKM.

Ketua Steering Commitee (SC) Piala Presiden, Maruarar Sirait mengatakan, pada babak penyisihan ada delapan tim yang bersaing. Antara lain, Persib Bandung, Tampines Rovers, DPMM FC, Arema FC, Persebaya Surabaya, Port FC, Persija Jakarta, dan PSMS Medan.

Dari hasil pertandingan, empat tim dipastikan bertemu di semifinal yakni Persib melawan Persija serta Persebaya melawan Arema FC. Laga babak semifinal dipastikan akan berjalan seru karena seluruh tim memiliki basis suporter yang besar.

Pasca babak penyisiahan, Maruara menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah daerah, pelaku UMKM, hingga masyarakat yang sudah terlibat menyukseskan turnamen ini. Selama babak penyisihan ia menilai stadion selalu ramai penonton, bahkan rating tayangan televisi ikut meningkat.

"Terima kasih juga (dukungan) sponsor yang luar biasa, sampai hari ini sudah ada Rp70 miliar dari sponsor yang sudah masuk. Dan juga saya mendengar dari SCTV, nanti SCTV bisa menjelaskan soal rating-nya yang luar biasa. Saya mendengar juga dari UMKM ada peningkatan," kata pria yang akrab disapa Ara itu.

Di Stadion Gelora Bung Tomo, Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) itu juga menyempatkan membeli sejumlah produk-produk UMKM. Menurutnya, UMKM yang ada semua produk baik dan sudah melalui proses kurasi.

Ia juga menyempatkan berbincang dengan para pelaku usaha yang mengaku ada peningkatan omzet selama tiga hari pelaksanaan pertandingan Piala Presiden. Apalagi, pada turnamen ini pihaknya tidak menarik uang untuk sewa tempat.

"Kita harapkan dari event Piala Presiden ini, UMKM ini akan berkembang karena kita siapkan tempatnya gratis. Jadi, mereka senang banget tadi, ada yang bisa untungnya meningkat berapa kali lipat," kata Ara mengungkapkan.

Tsamara Amany selaku Ketua Organizing Commitee (OC) Piala Presiden mengatakan, dari babak penyisihan adanya antusiasme masyarakat terhadap gelaran Piala Presiden. Dari angka kehadiran suporter di Bandung rata-rata 23 ribu sementara di Surabaya 30 ribu orang.

"Ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang luar biasa dan berdampak secara ekonomi UMKM baik di Bandung maupun Surabaya. Total transaksi UMKM sampai 1 Agustus sejak turnamen dimulai 25 Juli sudah mencapai Rp1,3 miliar, kami harapkan terus bertambah hingga semifinal dan final," ujarnya.

Jika melihat dari besaran perputaran ekonomi, Tsamara mengaku ada peningkatan dibanding tahun lalu hanya mencapai Rp1,1 miliar. Sehingga, ia berkesimpulan adanya sambutan luar biasa menikmati hiburan yang disajikan pemerintah.

Sementara itu, perasaan bahagia dirasakan oleh Uswatun Hasanah pedagang semanggi. Ia mengaku senang karena bisa berjualan dengan gratis dan mendapat omzet yang lebih banyak dari biasanya di tempat ia berjualan.

"Alhamdulillah agak ramai di sini, (omzetnya) hampir 50 persen," kata Uswatun.

Oleh karena itu, ia berterima kasih atas dukungan panitia penyelenggara Piala Presiden telah memberikan tempat gratis sehingga menambah pendapatan pemasukan. Ia berharap ke depan pelaku UMKM tetap mendapat tempat gratis saat ada event serupa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....