Pengamat: Kemenangan Mesir Dirampok, Kepemimpinan Wasit Kontroversial

  • 09 Jul 2026 05:32 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kontroversi kepemimpinan wasit pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Mesir dan Argentina terus menuai sorotan. Pengamat sepak bola nasional Alief Syachviar menyebut kemenangan Mesir didepan mata dirampok wasit.

Kekalahan Mesir 2-3 dinilai memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan sepak bola dunia. Alief Syachviar menilai dugaan praktik mafia sepak bola di ajang sebesar Piala Dunia memang sulit dibuktikan.

Namun, ia menilai sejumlah keputusan wasit memunculkan pertanyaan publik. "Indikasi mafia bola memang sulit dibuktikan di Piala Dunia," kata Alief Syachviar, Rabu, 8 Juli 2026.

"Tetapi, sekarang dunia mulai gerah melihat kejadian-kejadian yang tidak masuk akal," ujar Alief. Menurut Alief, kritik terhadap pertandingan tersebut tidak hanya datang dari dirinya.

Sejumlah legenda dan tokoh sepak bola internasional juga disebut mempertanyakan keputusan wasit yang dianggap merugikan Mesir. "Juergen Klopp, Paul Scholes, hingga Thierry Henry banyak yang berbicara bahwa kemenangan Mesir dirampok Argentina," katanya.

Ia menambahkan, reaksi keras juga muncul dari pencinta sepak bola di berbagai negara. Perdebatan mengenai keputusan wasit dinilai semakin meluas setelah laga berakhir.

Meski demikian, klaim mengenai adanya mafia sepak bola atau pengaturan pertandingan hingga kini belum terbukti. "Yang berbicara bukan hanya saya, tapi seluruh dunia mengecam, karena apabila terus berlanjut, tentu berbahaya bagi FIFA dan juga sepak bola," ucap Alief.

Laga Argentina melawan Mesir memang diwarnai sejumlah keputusan wasit dan VAR yang memicu protes keras dari kubu Mesir. Pelatih Hossam Hassan bahkan menyampaikan kritik terbuka terhadap kepemimpinan wasit usai timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....