Wisma Atlet Pesantren Sepak Bola eLKISI Siapkan Pemain Tuju Peradaban
- 10 Mei 2026 18:20 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Wisma Atlet Pesantren Sepak Bola eLKISI Siapkan Pemain Tuju Peradaban
- Pengasuh sekaligus Direktur Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto ustaz Fathur Rohman, mengatakan, kesiapan Ponpesnya untuk menjadikan pemain sepak bola berlatar belakang santri tidaklah main-main
- Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, sepak bola dapat menjadi sarana pendidikan karakter sekaligus media dakwah yang menyampaikan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat luas.
- mantan pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya membangun sepak bola berbasis karakter dan spiritualitas.
RRI.CO.ID, Mojokerto - Suasana penuh semangat terasa dalam peresmian Pesantren Sepak Bola eLKISI Mojokerto. Pengasuh sekaligus Direktur Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto ustaz Fathur Rohman, mengatakan, kesiapan Ponpesnya untuk menjadikan pemain sepak bola berlatar belakang santri tidaklah main-main. Hal ini dibuktikan dengan penyediaan Wisma Atlet dan sarana yang lainnya.
"Kita pastikan usai peresmian ini tidak akan langsung berhenti atau tutup. Tapi, akan dikembangkan dan terus berbenah dengan fasilitas yang lebih memadai lagi," ucapnya, Minggu, 10 Mei 2026.

Menurutnya, di tengah atmosfer pesantren yang religius, sepak bola diperkenalkan bukan sekadar olahraga, tetapi juga jalan membangun karakter, akhlak, dan peradaban generasi muda. Pembinaan dilakukan untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan di lapangan, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
Ditempat yang sama, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyebut tema “Dari Lapangan Menuju Peradaban” sebagai gagasan besar yang relevan bagi pembinaan generasi muda saat ini. Menurutnya, sepak bola dapat menjadi sarana pendidikan karakter sekaligus media dakwah yang menyampaikan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat luas.
“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pondok Pesantren eLKISI atas inisiatif menghadirkan pesantren sepak bola. Ini tema yang sangat luar biasa, karena sepak bola bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga membangun akhlak dan peradaban,” kata Gus Barra dalam sambutannya.

Ia menilai olahraga, khususnya sepak bola, memiliki kekuatan menyampaikan pesan damai dan keteladanan. Gus Barra mencontohkan sosok Mohamed Salah yang dinilai mampu menunjukkan nilai-nilai Islam melalui sikap dan perilakunya di lapangan.
“Mohamed Salah tidak hanya menunjukkan kemampuan bermain bola, tetapi juga menyampaikan akhlakul karimah lewat tindakannya. Dari situ masyarakat bisa melihat contoh Islam yang baik, sehingga kebencian dan Islamofobia perlahan berkurang,” ujarnya.
Menurutnya, pesantren sepak bola menjadi ruang penting untuk melahirkan atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat. Ia berharap keberadaan Pesantren Sepak Bola eLKISI dapat memberi warna baru bagi pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia.
Sementara itu, mantan pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya membangun sepak bola berbasis karakter dan spiritualitas. Ia mengaku tengah mengembangkan konsep serupa di Sumatera Barat dengan menggandeng kalangan pesantren dan para kiai.
“Kita tidak bisa hanya meniru negara lain. Sepak bola Indonesia harus dibangun dengan karakter bangsa sendiri, termasuk nilai agama dan kedisiplinan,” ujar Indra Sjafri.

Ia juga berbagi pengalaman saat menangani tim nasional kelompok usia muda. Menurutnya, dinamika pertandingan sepak bola bukan hanya soal strategi dan teknik, tetapi juga menyangkut mental, keyakinan, dan kekuatan doa.
“Dalam sepak bola ada kerja keras, ada ikhtiar, dan ada doa. Semua itu saling melengkapi,” katanya.
Peresmian Pesantren Sepak Bola eLKISI menjadi penanda upaya menggabungkan pembinaan olahraga modern dengan pendidikan pesantren. Dari lapangan hijau, pesantren itu ingin menanamkan disiplin, sportivitas, dan nilai keislaman kepada para santri, sebagai bekal membangun masa depan sekaligus peradaban.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....