Dari Jalanan Surabaya, Pesan Damai Bonek Mengalir lewat Setangkai Bunga

  • 06 Mei 2026 22:06 WIB
  •  Surabaya

RRI. CO.ID, Surabaya - Di saat tensi rivalitas suporter kembali menghangat, sekelompok Bonek dan Bonita justru memilih menghadirkan pesan berbeda di jalanan Kota Surabaya. Bukan dengan reaksi keras, melainkan lewat aksi sederhana yang sarat makna yakni membagikan bunga.

Aksi tersebut berlangsung di kawasan Simpang Empat Polisi Istimewa, Darmo, Selasa malam. Puluhan suporter Persebaya Surabaya itu menyasar pengendara luar kota, khususnya kendaraan berpelat “N” asal Malang. Dengan senyum dan sapaan hangat, mereka menyerahkan bunga sebagai simbol persahabatan.

Langkah ini menjadi bentuk jawaban atas insiden yang sempat memicu ketegangan. Sebelumnya, beredar video perusakan kendaraan berpelat “L” milik warga Surabaya di kawasan Pantai Wedi Awu, Malang.

Kapolrestabes Surabaya, Luthfie Sulistiawan, yang turut hadir di lokasi, mengapresiasi aksi tersebut sebagai bentuk kedewasaan dalam menyikapi situasi. Ia menegaskan, rivalitas dalam sepak bola semestinya tidak melampaui batas kemanusiaan.

"Kegiatan yang kami lakukan hari ini menjadi bentuk komitmen bahwa kita tidak terpancing dan tidak terprovokasi. Sejak awal, niat kami jelas, yaitu menjaga hubungan baik, dengan siapa pun,” ujarnya, dikutip dari laman klub.

"Sepak bola seharusnya menjadi ruang kompetisi di dalam lapangan, namun tetap menjunjung tinggi persaudaraan di luar lapangan,” imbuhnya.

Salah satu pentolan Bonek, Hasan Tiro, menyebut aksi serupa bukan kali pertama dilakukan. Ia menegaskan, selalu ada pilihan cara yang lebih bijak dalam merespons situasi.

“Untuk aksi hari ini, ini bukan yang pertama kali kami lakukan. Kami hanya ingin menunjukkan bahwa ada cara lain dalam merespons situasi, dengan cara yang lebih damai,” katanya.

Ia berharap pendekatan tersebut bisa menjadi contoh bagi suporter lain. Menurut Hasan, rivalitas cukup berlangsung di dalam pertandingan, bukan di luar lapangan.

“Harapan kami, semangat seperti ini juga bisa diterima dan ditiru, sehingga hubungan antar-suporter ke depan bisa jauh lebih baik. Rivalitas cukup berlangsung 90 menit di dalam lapangan. Setelah itu, kita tetap bisa duduk bersama, ngobrol, dan saling menghargai,” imbuhnya.

Terkait insiden sweeping kendaraan di Malang, pihaknya memilih menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

“Untuk kasus tersebut, kami dari Surabaya sepenuhnya menyerahkan kepada pihak kepolisian. Kami percaya, dengan bukti-bukti yang ada, pelaku bisa diproses sesuai hukum yang berlaku. Harapannya, ini bisa menjadi efek jera agar kejadian serupa tidak terulang," tegasnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....