Pemerhati Bola Soroti Standar Ganda FIFA Terkait Konflik AS-Iran di Piala Dunia

  • 30 Mar 2026 09:05 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Keputusan FIFA untuk tetap melanjutkan Piala Dunia 2026 di tengah konflik geopolitik memunculkan kritik dari berbagai pihak. Salah satu sorotan utama adalah dugaan adanya standar ganda dalam penerapan aturan terhadap negara yang terlibat konflik.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi perhatian karena keduanya berpotensi terlibat langsung dalam turnamen tersebut. Iran telah memastikan diri lolos ke putaran final, sementara Amerika Serikat menjadi salah satu tuan rumah.

Pengamat sepak bola Aji Soko menilai kondisi ini menempatkan FIFA dalam posisi yang tidak mudah. Menurut Aji, kasus-kasus sebelumnya menunjukkan bahwa FIFA tidak selalu menerapkan kebijakan yang sama terhadap semua negara.

"Ada persepsi standar ganda. Ketika satu negara dihukum, sementara yang lain tidak, publik pasti mempertanyakan konsistensi FIFA," katanya.

Pihaknya mencontohkan bahwa dalam beberapa kasus, negara yang terlibat konflik langsung mendapatkan sanksi, sementara dalam situasi lain tidak ada tindakan tegas yang diambil. Hal ini berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan dari publik global.

"Kalau nanti ada pembatasan terhadap Iran, sementara negara lain tidak dikenai perlakuan yang sama, ini akan menjadi preseden yang buruk," ucapnya.

Selain itu, isu netralitas olahraga juga kembali dipertanyakan. FIFA selama ini menegaskan bahwa sepak bola harus bebas dari intervensi politik, namun realitas di lapangan sering kali berbeda. Aji menilai bahwa Piala Dunia 2026 menjadi momentum penting untuk membuktikan komitmen tersebut.

"Ini ujian bagi FIFA, apakah mereka benar-benar bisa bersikap netral atau tidak," katanya.

FIFA sendiri menyatakan bahwa seluruh peserta akan diperlakukan secara adil dan setara. Tuan rumah juga diwajibkan menjamin keamanan tanpa diskriminasi.

Namun demikian, dinamika politik global membuat implementasi prinsip tersebut tidak mudah. Keputusan yang diambil FIFA ke depan akan menjadi sorotan dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....