Netralitas Sepak Bola di Piala Dunia 2026 Ditengah Konflik Global

  • 29 Mar 2026 15:23 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Piala Dunia 2026 kembali menghidupkan perdebatan lama yakni benarkah sepak bola benar-benar netral dari politik? Ini menyusul ditengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, ajang olahraga terbesar di dunia itu justru berada dalam pusaran dinamika internasional yang kompleks.

Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini dihadapkan pada situasi yang tidak biasa. Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel menjadi sorotan, terutama karena salah satu negara yang berkonflik telah memastikan diri lolos ke putaran final.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai komitmen netralitas dalam sepak bola. Selama ini, FIFA sebagai induk organisasi sepak bola dunia selalu menempatkan olahraga sebagai ruang pemersatu yang melampaui batas politik.

Namun dalam praktiknya, keterkaitan antara sepak bola dan politik kerap tak terelakkan. Pengamat sepak bola Aji Soko menilai bahwa realitas di lapangan menunjukkan adanya tarik-menarik kepentingan.

"Sepak bola, termasuk Piala Dunia, tidak pernah benar-benar lepas dari dinamika politik internasional," katanya.

Menurut Aji, meski Piala Dunia sering diposisikan sebagai simbol persatuan, kondisi global saat ini menunjukkan hal sebaliknya. Ketegangan antarnegara justru berpotensi memengaruhi jalannya turnamen.

Ia mencontohkan kemungkinan pembatasan terhadap negara tertentu sebagai bentuk intervensi politik dalam olahraga. "Kalau ada negara yang sudah lolos tapi kemudian tidak bisa tampil karena faktor politik, itu jelas menunjukkan bahwa netralitas sedang diuji," lanjutnya.

Selain itu, isu standar ganda juga kembali mencuat. Beberapa pihak menilai FIFA tidak selalu konsisten dalam menerapkan aturan terhadap negara yang terlibat konflik.

"Ini yang kemudian memunculkan persepsi adanya standar ganda. Ketika satu negara dikenai sanksi, sementara yang lain tidak, publik tentu mempertanyakan keadilan," ujarnya.

Di sisi lain, FIFA tetap menegaskan bahwa seluruh peserta harus diperlakukan secara setara, dan tuan rumah wajib menjamin keamanan tanpa diskriminasi.

Namun tantangan di lapangan tidaklah sederhana. Selain konflik internasional, kondisi keamanan di negara tuan rumah juga menjadi perhatian, terutama di Meksiko yang tengah menghadapi persoalan internal.

Aji menilai, situasi ini menjadi ujian besar bagi FIFA. "Piala Dunia 2026 bukan hanya soal pertandingan sepak bola, tetapi juga bagaimana FIFA menjaga integritas dan kepercayaan dunia," tegasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....