PSSI Gelar Rapat Darurat Terkait Insiden Liga 4

  • 26 Jan 2026 14:51 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - PSSI menggelar rapat darurat atau emergency online meeting bersama PSSI Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Rapat tersebut digelar sebagai respons cepat atas situasi kompetisi Liga 4 musim 2025/2026.

Rapat membahas sejumlah insiden serius dalam pelaksanaan Putaran Provinsi Liga 4. Insiden tersebut belakangan viral di media sosial dan menjadi sorotan publik luas.

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menjelaskan rapat digelar atas arahan Ketua Umum. Arahan tersebut menyusul berbagai peristiwa luar biasa dalam kompetisi Liga 4.

"Atas arahan Ketua Umum Bapak Erick Thohir dan Eksekutif Komite PSSI, terkait persoalan-persoalan luar biasa yang saat ini terjadi pada event-event sepak bola Indonesia, khususnya di Liga 4 di Jawa Timur dan Jawa Tengah, kami diminta untuk segera mengambil langkah tegas,” ujar Yunus, dikutip dari laman PSSI.

Yunus menilai insiden tidak sportif pemain dan perilaku suporter berdampak luas.Menurutnya, kejadian tersebut merugikan ekosistem sepak bola nasional.

“Akibat dari tindakan sejumlah pemain, media sosial menjadi sangat ramai dan mendiskreditkan nama sepak bola Indonesia, khususnya PSSI,” lanjutnya.

Yunus menegaskan PSSI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Liga 4.PSSI juga menyiapkan penambahan regulasi sebagai langkah pengendalian kompetisi.

“Apabila terjadi hal-hal luar biasa, maka akan dilakukan evaluasi serta penambahan regulasi Liga 4 untuk memberikan sanksi. Sanksi tersebut tidak hanya ditujukan kepada pemain, tetapi juga kepada pelatih, manajer, ofisial, bahkan kepada klubnya,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali menegaskan setiap insiden berdampak nasional. Ia menyebut semua kejadian akan dipersepsikan sebagai wajah sepak bola Indonesia.

“Kejadian di mana pun dan apa pun yang terjadi, itu akan selalu dilihat sebagai peristiwa sepak bola Indonesia. Terjadi di kabupaten, terjadi di provinsi, apalagi di tingkat nasional,” ujar Zainudin.

Zainudin mengingatkan sepak bola Indonesia berada dalam pengawasan federasi internasional. Setiap insiden daerah berpotensi memengaruhi penilaian FIFA dan AFC.

“Kita berada di bawah pengawasan FIFA dan AFC. Apa pun yang terjadi di kabupaten atau provinsi, FIFA pasti menilainya sebagai kejadian sepak bola Indonesia,” katanya.

Ia menjelaskan Liga 4 digulirkan dengan keyakinan kesiapan asosiasi daerah. Namun, dalam perjalanannya muncul persoalan serius yang tak bisa diabaikan.

“Itulah sebabnya kami di PSSI melakukan langkah-langkah untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia. Kita harus menyelamatkan sepak bola Indonesia ini dari penilaian yang buruk,” ucap Zainudin.

Emergency meeting digelar menyusul sejumlah insiden tendangan brutal di Liga 4. Salah satunya terjadi di Liga 4 Jawa Tengah pada 21 Januari 2026.

Insiden tersebut melibatkan Persikaba Blora dan PSIR Rembang di Stadion Krida. Seorang pemain Persikaba ditendang di bagian dada oleh kiper PSIR.

Insiden serupa juga terjadi di Liga 4 Jawa Timur pada 5 Januari 2025. Laga PS Putra Jaya melawan Perseta 1970 Tulungagung berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan.

Aksi tersebut viral di media sosial dan menuai kecaman publik luas. PSSI memastikan akan melanjutkan konsolidasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjamin kompetisi berjalan aman, sportif, dan menjunjung fair play.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....