Duta Insan Sekolah Ramah Anak, Aktif Kampanyekan OCSEA

  • 11 Agt 2024 19:30 WIB
  •  Surabaya

KBRN, urabaya : Mewujudkan konsistensi sebagai kota Ramah Anak, pemerintah kota Surabaya tak bisa berjalan sendiri. Perlu ada sinergitas dengan dinas terkait termasuk Lembaga Pendidikan yang ada. Oleh karenanya sejumlah sekolah tingkat menengah pertama atau SMP di Surabaya, aktif mengkampanyekan OCSEA (Online Child Sexual Exploitation and Abuse). Di Surabaya ada sejumlah sekolah ramah anak diantaranya SMP Santa Maria Surabaya, SMPN 1 Surabaya dan SMPN 15 Surabaya yang juga terus mengajak generasi muda dalam hal ini pelajar untuk waspada pelecehan seksual di dunia maya.

Seperti diungkapkan Rakha Zaki Trinaldy Duta Insan SMP Negeri 1 Surabaya, paparan gadget bagi generasi muda perlu disikapi bijak utamanya dalam hal mencegah pergaulan bebas, bahaya narkoba dan pelecehan seksual yang marak terjadi.

"Sebagai anak muda kita harus bisa mentamengi diri dari pengaruh kegiatan negatif sama halnya untuk mewujudkan kota layak anak kami mengkampanyekan upaya antisipasi pelecehan seksual yang marak terjadi di dunia maya, kan sekarang anak muda hidupnya lekat sekali sama gadget," ungkpanya saat menjadi narasumber Momen Inspirasi Momins Pro1 RRI Surabaya Minggu (11/8/2024).

Menurutnya, dampak buruk yang ditimbulkan dari konten-konten negatif di media sosial perlu disikapi dengan bijak salah satunya dengan cara berani melawan jika terajdi kekerasan eksual dan batasi tontonan serta pergaulan yang merugikan dan menjuru pada hal negatif.

"Langkah awal yang bisa diambil adalah dengan berinternet sehat dan aman, salah satunya adalah dengan memerangi kasus OCSEA biar anak muda bisa bersikap kalua hal tersebut menimpanya termasuk sebagai upaya pencegahan sebelum itu terjadi,"ujar Rakha yang juga Ketua Organisasi Pelajar Surabaya.

Keberadaan duta Insan dibawah binaan Dinas Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Kota Surabaya diharapkan bisa terus mensosialisasikan pentingnya mewaspadai bentuk-bentuk kekerasan dan pengabaian hak anak. Upaya mewujudkan kota ramah anak juga menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat di Kota Pahlawan ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....