Kurang Tidur Bisa Picu Tantrum pada Balita

  • 07 Okt 2026 05:46 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya- Tantrum merupakan bagian normal dari perkembangan balita ketika anak masih belajar mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosinya. Namun, kondisi tersebut dapat semakin mudah muncul ketika anak mengalami kelelahan atau kurang tidur.

Dilansir dari laman Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI⁠, kurang tidur bukan satu-satunya penyebab tantrum. Meski demikian, kelelahan dapat membuat anak lebih sulit mengendalikan emosi sehingga hal-hal kecil yang biasanya dapat dihadapi menjadi terasa lebih berat.

Tidur juga berperan penting dalam proses belajar, konsolidasi memori, serta regulasi emosi. Ketika kebutuhan tidur tidak terpenuhi, anak dapat menjadi lebih mudah frustrasi, impulsif, rewel, sensitif, dan sulit diajak bekerja sama.

Kementerian Kesehatan menyebut terdapat beberapa tanda yang dapat menunjukkan tantrum berkaitan dengan kurang tidur. Di antaranya tantrum yang muncul pada waktu yang sama setiap hari, intensitas emosi yang tidak sebanding dengan pemicunya, anak sulit ditenangkan, serta suasana hati yang membaik setelah mendapatkan tidur yang cukup.

Untuk menghadapi anak yang sedang tantrum, orang tua dianjurkan tetap tenang dan berada di dekat anak. Orang tua juga dapat mengurangi stimulasi, memvalidasi perasaan anak dengan kalimat sederhana, serta memberikan pelukan atau sentuhan apabila anak menginginkannya.

Orang tua sebaiknya menghindari ceramah, ancaman, maupun penjelasan panjang ketika anak masih sangat emosional. Setelah anak lebih tenang, barulah orang tua dapat mengajak anak membicarakan apa yang terjadi. Jika tantrum muncul menjelang waktu tidur dan anak terlihat sangat lelah, rutinitas tidur dapat dimulai lebih awal.

Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya menjaga kebutuhan tidur sesuai usia dan mempertahankan jadwal tidur yang konsisten. Anak usia 1–2 tahun membutuhkan sekitar 11–14 jam tidur per hari, sedangkan anak usia 3–5 tahun membutuhkan sekitar 10–13 jam, termasuk tidur siang.

Dengan demikian, tantrum tidak selalu semata-mata persoalan perilaku. Orang tua perlu melihat kebutuhan dasar anak, termasuk rasa lapar, stimulasi berlebihan, perubahan rutinitas, hingga kelelahan. Tidur yang cukup memang tidak menghilangkan tantrum sepenuhnya, tetapi dapat membantu anak memiliki kapasitas lebih baik dalam mengelola emosi dan menghadapi frustrasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....