Dorong Ketahanan Pangan, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Bagikan 200 Komposter

  • 06 Okt 2026 15:42 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pengolahan sampah organik didorong menjadi langkah awal membangun ketahanan pangan berbasis lingkungan di Surabaya. Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mulai mengembangkan konsep tersebut di wilayah binaannya di Dapil 5 Surabaya dengan membagikan tong komposter kepada sejumlah RW.

Program itu terinspirasi dari model Kampung Malaka Jaya di Jakarta Timur yang mengintegrasikan pengelolaan sampah, budidaya pangan, hingga pemberdayaan ekonomi warga dalam satu ekosistem lingkungan.

“Untuk Perumahan Gunung Sari Indah,tepatnya di RW-9 Kelurahan Kedurus sebagai starter untuk mengawali program, saya distribusikan 20 unit tong komposter kapasitas 160 liter.” kata politisi Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe, Selasa, 6 Oktober 2026.

Menurut Cak Yebe, pengelolaan limbah organik dapat menjadi pintu masuk untuk mengembangkan berbagai kegiatan produktif di lingkungan permukiman. Karena itu, program yang diawali di Perumahan Gunung Sari Indah (GSI) tersebut mulai diperluas ke sejumlah wilayah lain.

“Bukan hanya di GSI, tapi juga di RW 3 dan 4 Sumberan, Kelurahan Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung,di RW 4 Kelurahan Jajar Tunggal, RW 1 Kelurahan Kedurus, RW 3 Kelurahan Jeruk, serta RW 2 dan 3 Kelurahan Warugunung,” ujar Cak Yebe.

Ia menjelaskan, Malaka Jaya dipilih sebagai rujukan karena pengelolaan sampah di kawasan tersebut tidak berhenti pada persoalan lingkungan. Sampah organik dimanfaatkan untuk mendukung tanaman produktif, budidaya ikan, hingga kegiatan ekonomi yang melibatkan masyarakat.

“Konsepnya saya terinspirasi dari Malaka Jaya. Di sana pengolahan limbah organik tidak berdiri sendiri, tetapi bisa dikembangkan menjadi bagian dari ketahanan pangan dan kegiatan produktif warga,” ujarnya.

Namun, penerapan model tersebut tidak akan dilakukan dengan meniru Malaka Jaya secara keseluruhan. Kondisi lingkungan, ketersediaan lahan, serta kebutuhan masyarakat menjadi pertimbangan dalam menentukan bentuk kegiatan di setiap kampung.

“Tidak harus persis sama dengan Malaka Jaya. Kita sesuaikan dengan kondisi kampung di Surabaya, tetapi prinsipnya sama, bagaimana limbah organik bisa dikelola dan hasilnya kembali memberikan manfaat untuk warga,” katanya.

Sebagai langkah awal, Cak Yebe menyiapkan sedikitnya empat tong komposter bagi setiap RW yang berminat menjalankan pengolahan limbah organik. Jumlah bantuan dapat disesuaikan dengan cakupan wilayah dan luas RT dalam satu RW.

“Tiap RW di wilayah binaan saya yang berminat untuk melakukan program pengolahan limbah organik saya distribusikan masing-masing minimal empat tong komposter, bergantung cakupan dan luas wilayah RT masing-masing dalam satu RW,” ujarnya.

Tong komposter yang diberikan memiliki kapasitas 160 liter. Menurut Cak Yebe, kapasitas tersebut dipilih agar bisa dimanfaatkan secara komunal untuk menampung limbah organik warga.

“Saya memberikan bantuan langsung berupa unit tong komposter per RW sebanyak minimal empat pcs tong komposter kapasitas 160 liter atau kapasitas besar,” kata Mahasiswa Doktoral Ilmu Hukum Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya ini.

Dalam kegiatan jaring aspirasi masyarakat kali ini, ia menargetkan distribusi sekitar 200 unit tong komposter untuk RW-RW binaannya di Dapil 5 Surabaya. Seluruh bantuan tersebut diberikan secara swadaya sebagai upaya awal mendorong pengelolaan sampah organik dari lingkungan warga.

Cak Yebe menegaskan, keberadaan komposter bukan menjadi tujuan akhir. Sarana tersebut diharapkan menjadi pemicu agar pengelolaan sampah dapat berkembang menjadi kegiatan urban farming maupun produksi pangan di tingkat kampung untuk dapat berkembang ke sektor pangan dan budidaya sesuai potensi masing-masing wilayah.

“Harapannya nanti warga tidak hanya menerima bantuan, tetapi bisa mengembangkan sendiri. Kalau sudah berjalan, dari komposter bisa berkembang ke tanaman pangan, budidaya ikan atau kegiatan lain yang mendukung ketahanan pangan,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....