RS dr. Soetomo Fokus Menangani Luka Bakar dan Trauma Korban Ledakan

  • 06 Okt 2026 12:07 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya– Pihak rumah sakit dr. Soetomo kini berfokus pada penanganan medis kedaruratan, khususnya luka bakar dan potensi trauma inhalasi, bagi para korban ledakan di Ruko Nasi Tempong di kawasan Pakuwon City pada Selasa, 6 Oktober 2026. Pelaksana Harian Kepala IGD, dr. Made Walmiky Budi, Sp.BA, menjelaskan bahwa pihaknya memprioritaskan penanganan luka bakar serius pada area wajah korban.

"Untuk korban yang sudah datang, kondisi yang paling darurat adalah luka bakar di daerah wajah," ujar dokter yang akrab disapa dr. Miki tersebut. Ia menambahkan, ada kemungkinan pasien mengalami trauma inhalasi akibat menghirup udara panas sehingga hal itu menjadi fokus perawatan.

Sebagai tindakan awal, tim medis di IGD langsung melakukan penilaian untuk mengetahui seberapa luas luka bakar korban. Langkah ini penting untuk memperhitungkan volume cairan infus yang harus diberikan agar pasien tidak mengalami dehidrasi dan syok.

Terkait rencana tindakan lanjutan, dr. Miki menyebutkan bahwa korban kemungkinan besar akan dirujuk ke spesialis bedah plastik. "Sementara ini tentunya pergantian cairan, dan kemungkinan nanti akan dilakukan tata laksana oleh dokter bedah plastik untuk perawatan lukanya," kata dr. Miki.

Mengenai jumlah korban, pihak rumah sakit menerima informasi awal bahwa total terdapat lima orang yang terdampak ledakan tersebut. Namun, hingga saat laporan ini dibuat, baru satu korban yang telah tiba dan mendapatkan perawatan di IGD.

Meskipun demikian, pihak rumah sakit menjamin kapasitas dan kesiapan fasilitas mereka untuk menampung seluruh korban. Seluruh tenaga medis telah disiagakan secara penuh untuk memberikan penanganan lanjutan jika ada penambahan pasien.

Di sisi lain, dr. Miki juga memastikan bahwa instansinya telah menjalin komunikasi dengan fasilitas kesehatan terdekat. "Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Rumah Sakit Haji dan dipastikan siap menerima rujukan korban dari sana," ujar dr. Miki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....