Kapolrestabes: 41 Bangunan Terdampak Ledakan San Antonio

  • 06 Okt 2026 12:00 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Sebanyak 41 bangunan di kawasan Pakuwon City, Surabaya, terdampak ledakan di Rumah Makan Nasi Tempong Dewi Sri, San Antonio, Kecamatan Mulyorejo, Selasa, 6 Oktober 2026 pagi. Kerusakan bangunan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, bangunan yang terdampak berada di sekitar lokasi kejadian, termasuk ruko di sisi kanan, kiri, dan bagian depan rumah makan. Sejumlah rumah warga juga ikut mengalami kerusakan.

"Kurang lebih ada 41 bangunan yang terdampak, baik yang berada di kanan, kiri maupun di depan TKP," kata Luthfie.

Menurut Luthfie, ledakan terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Sebelum kejadian, sejumlah saksi sempat mencium bau gas dari sekitar rumah makan.

"Sekitar pukul 07.30 WIB, saksi memang sempat mencium bau gas. Kemudian, dalam sekejap terjadi ledakan," ujarnya.

Hasil pemeriksaan awal Tim Inafis dan Jibom Gegana Polda Jawa Timur mengarah pada kebocoran gas dari sistem penyaluran LPG. Polisi menemukan tiga tabung LPG berkapasitas 50 kilogram di dalam rumah makan.

Luthfie menegaskan, tabung LPG tersebut tidak meledak. Ledakan diduga terjadi akibat kebocoran pada selang atau saluran pipa yang kemudian memicu ledakan.

"Tabungnya tidak meledak. Ledakan diduga akibat kebocoran pada saluran pipanya. Saat ini tidak ditemukan adanya bahan peledak di TKP," jelas Luthfie.

Selain kerusakan bangunan, ledakan juga merusak sejumlah kendaraan yang berada di sekitar lokasi. Data sementara mencatat empat mobil, satu truk, dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan.

Lima orang turut menjadi korban dalam kejadian tersebut. Mereka terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Haji Surabaya untuk mendapatkan perawatan medis.

Petugas gabungan dari kepolisian, BPBD, serta DPKP Surabaya masih melakukan penanganan dan pengamanan di lokasi. Garis polisi dipasang untuk membatasi akses selama proses pemeriksaan dan pendataan dampak ledakan berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....