Makan Buah atau Minum Jus, Mana Lebih Baik?

  • 05 Okt 2026 14:13 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Ingin mendapatkan manfaat dari buah, tetapi bingung lebih baik dimakan langsung atau dibuat jus? Keduanya tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, jika ingin mendapatkan serat secara lebih utuh dan membantu memberikan rasa kenyang, buah yang dikonsumsi langsung lebih dianjurkan.

Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan menjelaskan, buah-buahan sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk utuh. Hal ini berkaitan dengan kandungan serat yang dapat berkurang ketika buah diolah menjadi jus atau smoothie, terutama jika bagian ampasnya dibuang.

“Buah-buahan sebaiknya dikonsumsi secara utuh karena jus sari buah atau smoothie dikaitkan dengan pengurangan serat atau adanya tambahan gula,” demikian keterangan Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan dalam materi mengenai pola makan untuk menjaga kesehatan.

Serat menjadi salah satu pembeda penting antara buah utuh dan jus. Ketika buah dimakan langsung, bagian daging buah yang mengandung serat ikut dikonsumsi. Serat juga membantu menjaga fungsi pencernaan dan dapat memberikan rasa kenyang lebih lama.

Lantas, apakah membuat buah menjadi jus berarti manfaat buahnya hilang? Tidak demikian. Kementerian Kesehatan tetap memasukkan jus sebagai salah satu cara mengonsumsi buah. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana jus tersebut dibuat dan dikonsumsi.

Dalam panduan mengenai pola hidup sehat, Kemenkes menyebut sayur dan buah dapat dikonsumsi dalam bentuk utuh maupun jus. Namun, masyarakat dianjurkan memilih buah matang serta membatasi konsumsi jus yang diberi gula maupun jus kemasan.

Artinya, jus tidak otomatis menjadi pilihan yang buruk. Jus yang dibuat dari buah dapat tetap memberikan vitamin, mineral dan zat gizi lainnya. Namun, ketika buah disaring hingga hanya menyisakan sarinya, sebagian serat dapat ikut terbuang. Penambahan gula juga membuat asupan gula dari minuman tersebut menjadi lebih tinggi.

Hal serupa dijelaskan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dalam panduan pola makan sehat yang diperbarui pada Januari 2026. WHO menyebut buah segar merupakan pilihan yang baik, sedangkan jus buah tetap dapat dikonsumsi dengan memperhatikan kandungan gula bebas di dalamnya.

“Jus buah dapat dikonsumsi, tetapi sebagian besar jenis jus, termasuk yang tidak diberi tambahan gula, mengandung gula bebas dalam jumlah cukup signifikan sehingga konsumsinya perlu dibatasi,” demikian penjelasan WHO yang diterjemahkan dari laman resmi organisasi tersebut.

WHO juga merekomendasikan masyarakat berusia lebih dari 10 tahun mengonsumsi sedikitnya 400 gram buah dan sayuran setiap hari. Selain itu, kebutuhan serat juga perlu diperhatikan, dengan anjuran sedikitnya 25 gram serat alami setiap hari bagi kelompok usia tersebut.

Persoalan gula menjadi penting karena jus buah, meskipun tidak diberi gula tambahan, tetap dapat mengandung gula bebas. WHO memasukkan gula yang secara alami terdapat dalam jus buah dan konsentrat jus sebagai bagian dari gula bebas yang konsumsinya perlu dibatasi.

Karena itu, cara membuat jus juga perlu diperhatikan. Jika ingin mengonsumsi buah dalam bentuk minuman, sebaiknya gunakan buah tanpa tambahan gula dan hindari menjadikan jus kemasan atau jus dengan banyak pemanis sebagai pilihan sehari-hari.

Sementara itu, mengonsumsi buah secara langsung membuat bagian buah yang mengandung serat tetap ikut dimakan. Cara ini juga dapat membantu memberikan rasa kenyang sehingga buah utuh lebih tepat dipilih apabila tujuan utamanya adalah mendapatkan asupan serat sekaligus menjadikannya bagian dari camilan atau makanan sehari-hari.

Dengan demikian, tidak tepat jika jus langsung dianggap tidak sehat. Pilihan antara buah utuh dan jus lebih bergantung pada cara pengolahan dan bahan yang ditambahkan. Buah utuh memiliki keunggulan karena seratnya tetap dikonsumsi, sedangkan jus dapat menjadi alternatif selama dibuat dengan cara yang lebih sehat.

Jadi, jika tersedia pilihan antara buah utuh dan jus yang disaring serta diberi banyak gula, buah utuh menjadi pilihan yang lebih baik. Namun, jika jus dibuat dari buah tanpa tambahan gula dan dikonsumsi secara wajar, minuman tersebut tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.

Pada akhirnya, yang terpenting bukan hanya memilih antara makan buah atau minum jus, tetapi memastikan konsumsi buah tetap menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Buah utuh dapat lebih sering dipilih untuk mendapatkan serat secara optimal, sementara jus dapat dikonsumsi sebagai alternatif dengan tetap memperhatikan cara pengolahan dan kandungan gulanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....