Dosen ITS: Potensi Nikel Indonesia Dukung Industri Kendaraan Listrik
- 03 Okt 2026 23:12 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kepala Laboratorium Korosi dan Baterai ITS Lukman Noerochim mengatakan Indonesia memiliki potensi nikel sangat besar. Potensi tersebut dapat mendukung pengembangan industri kendaraan listrik nasional.
Data Badan Geologi ESDM mencatat sumber daya bijih nikel Indonesia mencapai 19,158 miliar ton. Sementara cadangan bijih nikel tercatat 5,914 miliar ton berdasarkan data Desember 2024.
Lukman mengatakan nikel menjadi bahan penting untuk baterai berjenis Nickel Manganese Cobalt atau NMC. “Indonesia merupakan negara dengan deposit nikel tertinggi di dunia,” kata Lukman yang juga dosen ITS, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi program hilirisasi mineral Indonesia. Hilirisasi dapat meningkatkan nilai tambah hasil tambang sekaligus mendukung industri kendaraan listrik.
Namun, pengembangan baterai lithium-ion masih menghadapi persoalan ketersediaan bahan baku litium. Indonesia hingga kini belum memiliki tambang litium yang dikembangkan secara khusus.
Padahal, litium merupakan komponen penting dalam baterai lithium-ion kendaraan listrik. “Bahan baku litium itu sendiri menjadi kendala untuk baterai nikel berbasis lithium-ion,” katanya.
Lukman menyebut Indonesia memiliki sejumlah potensi mineral yang mengandung litium. Potensi tersebut antara lain terdapat di Bangka Belitung dan sejumlah sumber geothermal.
Menurut Lukman, pengembangan sumber daya litium masih membutuhkan perhatian pemerintah. Langkah tersebut diperlukan untuk mendukung ketersediaan bahan baku baterai kendaraan listrik di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....