Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Grahadi Ditutup Rebutan Hasil Bumi

  • 02 Okt 2026 06:30 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Gedung Negara Grahadi Surabaya berlangsung khidmat, Kamis, 1 Oktober 2026. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertindak sebagai inspektur upacara dan tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB.

Khofifah kemudian menerima laporan dari Perwira Upacara Letnan Kolonel Infanteri Prasetya Hari Karyawan sebelum rangkaian upacara dimulai. Upacara diikuti Satpol PP Jawa Timur, Wanita TNI, Polwan, personel TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Polri.

Pasukan upacara juga melibatkan Korpri, mahasiswa Akademi Maritim Nusantara, serta pelajar SMA dan SMK. Sejumlah tamu undangan turut menyaksikan upacara yang menjadi momentum mengenang kembali pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa.

Salah satu tamu, Diki Agustian, warga Surabaya, mengaku bangga dapat mengikuti upacara secara langsung di Gedung Negara Grahadi. "Senang, bangga, kalau kita tuh punya gubernur yang seperti mengayomi masyarakat ini," ujarnya.

Diki hadir mengenakan pakaian adat Maluku sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia sekaligus mengenang jasa para pahlawan. Usai upacara, suasana berubah lebih meriah ketika warga mengikuti momen rebutan hasil bumi yang disiapkan dalam rangkaian kegiatan.

Diki mengaku sudah mengantisipasi membawa tas agar bisa membawa hasil bumi yang diperolehnya. Ia menyebut hasil pertanian tersebut antara lain terong dan buah naga.

Menurut Diki, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap petani lokal, termasuk petani dari kawasan Bromo, agar hasil pertanian memiliki nilai jual lebih baik. "Nah, tahun ini udah antisipasi supaya kan ini buah-buahan ini asli dari Bromo biasanya. Jadi Bu Khofifah ini mendukung UMKM dan mendukung petani-petani yang ada di Bromo," ujarnya.

Warga Krembangan Surabaya, Siti Maimunah, juga ikut berebut hasil bumi setelah upacara. "Iya rebutan, dapat ini aja," kata Siti sambil menunjukkan kacang panjang yang diperolehnya.

Momen tersebut menjadi penutup yang meriah setelah upacara Hari Kesaktian Pancasila. Selain menjadi refleksi nilai kebangsaan, kegiatan itu juga menghadirkan interaksi langsung antara masyarakat dengan hasil pertanian lokal.(Villa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....