DLH Surabaya Ajak Warga Hentikan Buang Sampah di Banyu Urip

  • 01 Okt 2026 18:19 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Sampah yang kembali ditemukan di sisi Jalan Raya Banyu Urip Surabaya menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya. Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengangkutan sampah, tetapi juga kebiasaan warga yang masih menaruh sampah di tepi jalan.

Keluhan itu disampaikan pendengar Halo RRI, Karnoto pada Rabu 30 September 2026. Ia melaporkan masih banyak warga yang menaruh sampah di sisi kanan Jalan Raya Banyu Urip. Menurutnya, tumpukan sampah di pinggir jalan mengganggu keindahan kota, meski petugas DLH rutin mengangkutnya setiap sore.

“Di sepanjang Jalan Raya Banyu Urip banyak warga menaruh sampah di sisi kanan. Seperti yang saya foto itu hanya salah satu contoh. Di belakang mobil saya masih banyak sampah-sampah yang lainnya,” ujar Karnoto dalam aduannya.

Tumpukan sampah di kawasan Banyu Urip Surabaya, yang dibuang sembarangan oleh warga di pinggir jalan. (Foto: dok. Karnoto).

Menanggapi laporan tersebut, Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Wasis Sutikno, mengakui pengangkutan sampah di kawasan Banyu Urip dilakukan secara rutin setiap hari. Bahkan, volume sampah yang diangkut dari kawasan Banyu Urip bagian atas maupun bawah mencapai sekitar setengah dump truck setiap harinya.

“Seperti yang disampaikan Pak Karnoto, DLH itu rutin mengambil tiap hari. Banyu Urip saja, atas bawah, itu setengah dump truck, rutin tiap hari,” jelas Wasis kepada RRI Surabaya, Rabu 30 September 2026..

Menurut Wasis, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kebersihan tidak cukup diselesaikan dengan mengandalkan petugas untuk mengangkut sampah. DLH juga akan mengajak warga di sekitar lokasi untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.

“Apakah warga belum sadar, ini PR kita. Memang akan kita undang mereka, kita rapatkan, untuk kita sosialisasikan tentang bagaimana menjaga kebersihan kota bersama,” katanya.

Wasis menilai, jika pembuangan sampah terus dilakukan di pinggir jalan dan hanya mengandalkan petugas untuk mengangkutnya, pekerjaan DLH akan terus berulang. Di sisi lain, sampah yang belum sempat diangkut dapat mengganggu wajah kota.

“Kalau tiap hari mengandalkan DLH yang angkut, kita juga punya banyak tugas lainnya. Kalau tidak kita angkut segera, seperti yang Pak Karnoto sampaikan, wajah kota atau keindahan kota ini jadi kurang elok,” ujar Wasis.

DLH, kata Wasis, sebelumnya juga pernah melakukan penindakan terhadap warga yang membuang sampah di kawasan Banyu Urip bagian atas. Namun, langkah tersebut dinilai belum sepenuhnya membuat kebiasaan membuang sampah sembarangan berhenti.

“Pernah kita tindak memang di Banyu Urip yang sisi atas. Cuma sepertinya memang belum memberikan efek jera,” katanya.

Karena itu, DLH berencana kembali mengundang warga untuk berdiskusi dan mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing. Warga juga diharapkan ikut memantau kondisi sekitar, sehingga tidak menjadikan tepi jalan sebagai tempat membuang sampah.

Wasis menegaskan, apabila setelah diberikan sosialisasi dan peringatan masih ditemukan pembuangan sampah liar, DLH akan mengambil langkah penindakan.

“Kalau sudah kita ingatkan, mereka masih buang, akan kita tindak,” tegasnya.

Sementara itu, Wasis memastikan sampah yang menjadi bahan aduan Karnoto telah dibersihkan. Ia berharap tidak kembali muncul titik pembuangan sampah liar di Banyu Urip maupun kawasan lain di Surabaya.

“Terima kasih Pak Karnoto, sudah kita bersihkan. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi pembuang sampah liar, khususnya di Banyu Urip, baik atas maupun bawah, atau wilayah Surabaya lainnya,” kata Wasis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....