Atasi Kekeringan di Jatim LAZISMU dan MDMC Siapkan 3 Juta Liter Air Bersih

  • 01 Okt 2026 11:20 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • LAZISMU Jawa Timur dan MDMC menyiapkan suplai 3 juta liter air bersih untuk menangani kekeringan akibat El Nino dari September hingga November 2026.
  • Prioritas penyaluran air bersih diberikan kepada wilayah dengan tingkat kerawanan kekeringan tertinggi berdasarkan hasil pemetaan di tingkat daerah.
  • Ketua MLHPB Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur menekankan pentingnya kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang yang berpotensi menyebabkan krisis air di berbagai wilayah.

RRI.CO.ID, Surabaya - Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Jawa Timur bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menyiapkan suplai hingga 3 juta liter air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang dan fenomena El Nino di Jawa Timur. Bantuan air bersih tersebut ditargetkan disalurkan selama periode September hingga November 2026.

Penyaluran akan diprioritaskan ke wilayah yang mengalami kekeringan dengan tingkat kerawanan tinggi, berdasarkan pemetaan yang dilakukan bersama di tingkat daerah. Ketua Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, M. Rofi'i, mengatakan kesiapsiagaan diperlukan untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang yang berpotensi meningkatkan kekurangan air di sejumlah wilayah.

Menurut Rofi'i, MDMC telah memetakan sejumlah kawasan yang dinilai rawan kekeringan, antara lain wilayah Tapal Kuda, Mataraman dan kepulauan Madura. Pemetaan tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan dan distribusi bantuan.

"Melalui skema One Muhammadiyah One Response, relawan MDMC se-Jawa Timur siap memastikan distribusi logistik, suplai air bersih darurat, serta penanganan potensi kebakaran lahan berjalan cepat dan terkoordinasi," kata Rofi'i dalam pertemuan daring bersama Amil LAZISMU se-Jawa Timur, Senin lalu.

Selain distribusi air, penanganan kekeringan juga diarahkan pada penyediaan sumber air yang lebih berkelanjutan. Rencana tersebut antara lain pembangunan sumur dalam dan pipanisasi di lokasi tertentu yang memungkinkan, disertai edukasi penghematan air kepada masyarakat.

Perwakilan LAZISMU Jawa Timur, Aditio Yudono, mengatakan LAZISMU di tingkat kabupaten dan kota siap berkoordinasi dengan MDMC serta pemangku kepentingan, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dalam pelaksanaan penyaluran bantuan. "LAZISMU se-Jawa Timur mulai bersiap mengantisipasi kondisi kemarau panjang, kekeringan dan kekurangan air. Ini dilakukan di tengah penanganan dampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur," ujar Aditio, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 1 Oktober 2026.

Aditio mengatakan LAZISMU memiliki dana cadangan kesiapsiagaan bencana yang dapat digunakan untuk penanganan kondisi darurat, termasuk kekeringan dan kekurangan air. Penggunaan dana tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Selain bantuan air bersih, LAZISMU dan MDMC juga menyiapkan edukasi mengenai penghematan air serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika suhu udara tinggi.

Sementara itu, berdasarkan analisis BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, sebagian wilayah Jawa Timur diperkirakan menghadapi periode kering lebih panjang pada Oktober dan November 2026. Musim hujan diperkirakan mulai masuk secara bertahap di sebagian besar wilayah pada Desember 2026.

Kondisi tersebut berpotensi berdampak pada ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat dan pertanian. Karena itu, distribusi air bersih menjadi salah satu langkah tanggap yang disiapkan, sementara pembangunan sumber air permanen masih dikaji berdasarkan kondisi dan potensi sumber air di masing-masing daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....