Cegah Banjir Tanggulangin, Sidoarjo Kebut Betonisasi Jalan Kedungbanteng

  • 01 Okt 2026 09:26 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mengejar penyelesaian proyek peninggian dan betonisasi Jalan Kedungbanteng di Kecamatan Tanggulangin. Langkah ini dilakukan sebagai upaya strategis untuk mengantisipasi potensi bencana banjir tahunan di wilayah tersebut sebelum memasuki puncak musim penghujan.

Peninggian jalan sepanjang 700 meter dengan lebar 5 meter tersebut dirancang naik sekitar 40 hingga 60 sentimeter. Memasuki pekan ke-10, pengerjaan fisik dilaporkan telah mencapai 18 persen dan difokuskan pada pembenahan saluran air melalui pemasangan box culvert serta pembangunan plengsengan sungai.

Saat melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan agar pihak kontraktor meningkatkan daya capai pengerjaan. Pihaknya meminta adanya penambahan tenaga kerja agar target penyelesaian pada pertengahan Desember 2026 tidak terlampaui.

"Sampai minggu ke-10 ini, progres mencapai 18 persen dari target. Bulan Desember tanggal 18 harus selesai. Sumber daya manusianya harus ditambah," ujar Mimik dalam keterangan yang diterima, Kamis, 1 Oktober 2026.

Selain menyoroti percepatan deviasi progres, Mimik juga menekankan ketelitian standar teknis. Meski material box culvert yang digunakan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), ia menemukan sejumlah titik pemasangan yang kurang presisi.

Pihaknya juga meminta pemindahan tiang listrik yang mengganggu alur drainase serta percepatan normalisasi saluran air di sisi kanan dan kiri jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo.

Mimik menyatakan akan terus mengawal jalannya pengerjaan hingga tahap pengecoran jalan utama guna memastikan material sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB). Di sisi lain, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat setempat atas dampak pembangunan yang memicu penyesuaian elevasi bangunan.

"Karena jalan ini lebih tinggi daripada rumah penduduk, maka secara otomatis warga harus mandiri meninggikan rumahnya," kata Mimik.

Sementara itu, pihak pengawas proyek menargetkan adanya percepatan jadwal (acceleration schedule) demi menghindari kendala cuaca. Konsultan Pengawas Proyek, Aris, menjelaskan bahwa setelah pengerjaan saluran drainase dan plengsengan rampung pada pekan ke-20, pengerjaan akan langsung dilanjutkan ke tahap pengecoran jalan.

"Sebenarnya schedule-nya masih panjang, sampai 18 Desember. Nah, kita usahakan kalau bisa ada percepatan. November ini sudah selesai supaya tidak sampai kena hujan," tutur Aris.

‎

‎

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....